Dr Anita Virgiyanti SpKj : Hindari Stress dan Gangguan Jiwa dengan Cara Kenali Diri Sendiri

Hal ini disampaikan dalam dialog harmoni dengan tema kesehatan jiwa di studio Pro 1 RRI Semarang, (18/10/2018)

Dr Anita Virgiyanti SpKj : Hindari Stress dan Gangguan Jiwa dengan Cara Kenali Diri Sendiri
Istimewa
Dr. Anita Virgiyanti, SpKj

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Dr Anita Virgiyanti, SpKj yang merupakan staff  P2PTM Dinkes Prov Jawa Tengah menekankan pentingnya mengenali diri sendiri agar terhindar dari stress dan juga gangguan kejiwaan.

Hal ini disampaikan dalam dialog harmoni dengan tema kesehatan jiwa di studio Pro 1 RRI Semarang, (18/10/2018).

“Tips pertama adalah mengenali diri kita, kita dalam situasi yang mana, kita nyaman nggak. Kalau kita nggak nyaman apa sih yang terjadi pada diri kita. Kita tanya, kita lihat apa yang kita mau, kita rasa, kita alamin, semuanya itu kita tanya apasih yang terjadi pada diri kita. Kalau kita sudah mengenali, kita bisa mengambil langkah, kita bisa memanage masalahnya,” ujar Anita.

Anita juga menekankan pentingnya mengelola stress. Karena orang yang dengan baik bisa mengelola stressnya maka akan menjadi eustress, yaitu stress yang sifatnya positif karena dapat meningkatkan kompetensi diri.

“Kalau stress tidak bisa dikelola dengan baik, seperti ada tekanan atau beban dari luar yang ternyata tidak bisa di handle dengan baik maka akan menjadi distress. Nah distress itulah nanti yang berjalan atau berlanjut kearah gangguan jiwa. Pada saat kondisi distress itulah kita perlu kenali diri kita,” sambungnya.

Lebih lanjut Anita menjelaskan bahwa pentingnya mengenali dan menyadari kondisi mental adalah karena ketika seseorang berada dalam kondisi distress dapat mengganggu sistem kehidupan yang lain seperti produktivitas akan menurun dan juga hubungan sosial dengan orang-orang sekitar juga akan terganggu.

“Jadi kita perlu sadari, kita kenali. Kalau sudah tidak bisa mengelola ya cari bantuan dengan datang ke ahlinya, ke psikolog atau psikiater,” ujarnya.

Selanjutnya peran orang terdekat juga sangat penting dalam proses penanganan masalah kesehatan mental ini. Keberadaan dan dukungan dari orang-orang terdekat juga bisa menjadi pertolongan pertama bagi mereka yang mengalami masalah dalam kesehatan mental maupun kejiwaan dengan cara menawarkan bantuan dan menjadi tempat bagi mereka mencurahkan segala masalah yang dihadapinya.

 “Yang pertama tawarkan bantuan. Bantuan itu bisa kita sebagai tempat curhat. Tapi jika sudah mencoba melakukan yang terbaik secara optimal tapi belum berhasil maka perlu ahlinya. Tawarkan bantuan, dampingi mereka, setidaknya kita ada untuk mereka,” pungkasnya. (Rahmi Hayati/Magang Undip)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved