Global Elektronik Target Penjualan Pameran HomeTech Naik 30%

Menurut dia, meski saat ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS semakin merosot, harga elektronik masih terbilang stabil

Global Elektronik Target Penjualan Pameran HomeTech Naik 30%
TRIBUN JATENG/ALEXANDER DEVANDA WISNU
pembeli saat melihat pameran Hometech 2017 di gerai Global elektronik Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pameran HomeTech 2018 sedang berlangsung di area parkir Global Elektronik Jalan Pandanaran 102 dan Jalan MT Haryono 509A.

Pameran tematik ke-40 kali ini berlangsung pada 17 Oktober hingga 6 November.

Pameran kali ini diikuti beberapa merek terkenal seperti Samsung, Sharp, Polytron, Electrolux, AC Daikin, dan didukung 13 bank dan tujuh perusahaan pembiayaan.

Managing Director Global Elektronik, Gouw Andy Siswanto mengatakan, pameran HomeTech 2018 merupakan momen paling tepat untuk menyaksikan dan berbelanja perangkat elektronik serta handphone terbaru.

Menurut dia, meski saat ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS semakin merosot, harga elektronik masih terbilang stabil.

"Masih stabil, belum ada kenaikan walaupun nilai tukar rupiah sudah di atas Rp 15 ribu per dollar AS," katanya, Kamis (18/10).

Andy menyebut, kenaikan harga elektronik diperkirakan akan terjadi pada akhir tahun, tepatnya pada Desember.

Kenaikan harga ini diprediksi sekitar 8-12 persen."Jadi beli sekarang berarti hemat sampai 12 persen," ujarnya.

Andy menuturkan, untuk pengusaha ritel elektronik dalam menghadapi kondisi saat ini membutuhkan terobosan dan inovasi baru demi menjaga kestabilan penjualan.

Pada pameran yang digelar Superstore Global Elektronik kali ini, Andy menargetkan penjualan bisa tumbuh hingga 30 persen dibandingkan dengan pameran sebelumnya.

"Kebutuhan perangkat elektronik, khususnya handphpne sudah menjadi kebutuhan pokok," paparnya.
Andy menyatakan, teknologi elektronik yang terus berkembang cepat dinilai mampu menggerakkan lini bisnis di bidang elektronik.

Data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat sektor elektronik akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

"Sektor elektronik itu tumbuh 35 persen, jauh lebih tinggi dari yang lainnya. Industri elektronika akan menjadi motor penggerak perekonomian nasional," tandasnya.

Semua produk dalam pameran itu ditawarkan dengan harga kompetitif, berbagai program penjualan cashback, clearance sale, Buy 1 Get Free, hadiah cabutan, hingga bermacam hadiah langsung ditawarkan kepada konsumen. (*)

Penulis: muh radlis
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved