Ini di Balik Kisah Budaya Tinthir Tamansari Karanganyar

Gelar budaya 'Tinthir Tamansari' diselenggarakan di Dukuh Krebekan, Desa Tamansari, Kerjo, Karanganyar

Ini di Balik Kisah Budaya Tinthir Tamansari Karanganyar
TRIBUN JATENG/YASMINE AULIA
Gelar budaya Tinthir Tamansari di Desa Tamansari, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Rabu (17/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yasmine Aulia

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Gelar budaya 'Tinthir Tamansari' diselenggarakan di Dukuh Krebekan, Desa Tamansari, Kerjo, Karanganyar, Jawa Tengah pada Rabu (17/10/2018).

Gelar Budaya ini sebagai salah satu wadah pelestarian budaya, sosial dan alam sebagai sarana komunikasi dan ajang kreatifitas bagi masyarakat.

"Komunitas Tinthir memiliki salah satu misi yang ingin mengoptimalisasi potensi desa.

Sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki desa merupakan modal dasar yang perlu dikelola dan dikembangkan bagi kelangsungan dan perkembangan desa," ungkap perwakilan Komunitas Tinthir, Yona Arthea.

Tinthir Tamansari merupakan rangkaian proses upacara ritual Watu Lintang dengan Maling Kenthiri sebagai pemeran utamanya.

Maling Kenthiri digambarkan sebagai sosok raksasa yang ditandu oleh empat orang pemuda dan diiringi dua tokoh Punakawan, yakni Bagong dan Gareng.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar didampingi oleh Ketua KNPI serta Kepala Desa Tamansari resmi membuka acara gelar budaya Tinthir Tamansari. (*)

Penulis: Yasmine Aulia
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved