James Riady : KPK Geledah Rumah Bos Lippo Group

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah petinggi Lippo Group, James Riady, di bilangan kompleks elite Taman Golf

James Riady : KPK Geledah Rumah Bos Lippo Group
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Tersangka selaku Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin (kedua kiri) tiba di kantor KPK, Jakarta, Senin (15/10/2018). KPK menetapkan 9 orang tersangka yang diduga terkait kasus perizinan proyek pembanguan Meikarta di Kabupaten Bekasi yang diantaranya Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro dengan barang bukti uang 90 ribu dolar Singapura dan Rp513 juta dengan total komitmen Rp13 miliar. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -‑ Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah petinggi Lippo Group, James Riady, di bilangan kompleks elite Taman Golf, Jalan Boulevard Palem Raya, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Kamis (18/10). Penggeledahan itu terkait dengan pengusutan kasus suap izin Meikarta.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, diduga ada bukti terkait perkara suap izin proyek Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, di kediaman James Riady. Selain rumah James, tim penyidik KPK juga menggeledah Apartemen Trivium Terrace di Cikarang.

Selain di rumah James Riady, kemarin, KPK juga menggeledah kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi serta rumah dinas bupati. Febri mengatakan hingga kini, tim penyidik KPK masih menggeledah lima lokasi tersebut. Berlanjut di sore harinya, penyidik KPK juga menggeledah kantor Lippo Cikarang, Bekasi, dan Hotel Antero.

Sehari sebelumnya, Rabu (17/10), KPK menggeledah lima lokasi, yakni kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi, kantor bupati, rumah pribadi bupati, kantor Lippo di Tangerang, dan rumah tersangka Billy Sindoro.

Saat Tribun mencoba mendatangi rumah James, sekuriti kompleks kediaman bos Lippo tersebut tidak memberikan izin. Alasannya, di hari penggeledahan rumah James, selain penghuni, orang luar yang masuk harus seizin pihak pengelola kompleks dan penghuni yang hendak dikunjungi. Hal itu juga berlaku bagi awak media.

Namun, petugas keamanan yang mengenakan pakaian safari hitam itu membenarkan bahwa rumah James Riady berada di kompleks yang terpampang pelat nama Taman Golf itu. "Benar di Taman Golf nomor 20," ujar seorang petugas.

Pintu masuk kompleks berisi rumah besar nan mewah itu dijaga sejumlah petugas keamanan. Mereka duduk di gardu yang berada di tengah jalan membelah dua jalur akses keluar masuk. Gardu yang terlihat kokoh dengan arsitektur bata ekspose itu, terdapat mesin palang otomatis di sisi kanan kirinya. Petugas keamanan mengoperasikan palang tersebut untuk membuka atau menutup akses masuk keluar kompleks yang didiami bos Lippo Group itu.

Sementara itu saat menggeledah rumah Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, penyidik KPK menyita uang kurang lebih Rp 100 juta dalam bentuk yuan dan rupiah. Penggeledahan dilakukan guna menggali lebih dalam informasi terkait kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta.

Saham rontok

Sementara itu, kabar penggeledahan rumah bos Lippo Group, James Riady, oleh penyidik KPK, berdampak pada rontoknya saham‑saham Grup Lippo di sesi perdagangan I, Kamis kemarin. Berdasarkan semua saham Lippo Group terkoreksi kemarin, sebut saja PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang koreksi 2,78% ke harga Rp 280 per saham, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) koreksi 1,50% ke harga Rp 1.310, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) koreksi 2,85% ke harga Rp 5.975 dan PT Lippo Securities Tbk (LPPS) yang koreksi 2,04% ke harga Rp 96 per saham.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved