Pemkab Boyolali Raih 35 Besar Daerah yang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Paling Maju

Pemkab Boyolali dalam pelaksanaannya ternyata dinilai cukup baik dalam capaian tingkat kesehatan.

Pemkab Boyolali Raih 35 Besar Daerah yang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Paling Maju
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memiliki program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memiliki program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang telah dimulai sejak Tahun 2008.

Sehingga Pemerintah daerah di seluruh Indonesia didorong untuk melaksanakan program penguatan kesehatan lingkungan dimana bisa mendukung derajat kesehatan masyarakat.

Pemkab Boyolali dalam pelaksanaannya ternyata dinilai cukup baik dalam capaian tingkat kesehatan.

Hal tersebut terbukti dengan diraihnya penghargaan pencapaian STBM yang Berkelanjutan oleh Kemenkes yang diterima Pejabat Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali, Sugiyanto pada Kamis (18/10/2018) lalu di Jakarta.

Baca: KPK Beri Pemahaman Praktik Gratifikasi di Boyolali

"Semua Pemerintah Kabupaten/Kota seluruh Indonesia capaiannya berbeda beda. Kabupaten Boyolali ternyata termasuk 35 kabupaten/kota yang capaiannya paling maju," jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Ratri Survivalina saat ditemui di sela sela Sosialisasi Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia di Kabupaten Boyolali tahun 2018 dan Launching Aplikasi SiHarkaBOY, bertempat di aula Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Kabupaten Boyolali, Jumat (19/10).

Dijelaskan lebih lanjut, dari hasil verifikasi Kabupaten Boyolali telah menyelesaikan tiga pilar kesehatan dari lima pilar yang ditentukan.

Pilar pertama yakni Stop Buang Air Besar Sembarangan yang selesai tahun 2017.

Pilar kedua dan ketiga yakni cuci tangan dengan sabun dan pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga sudah selesai pada tahun 2018 ini.

"Sedangkan kita masih kurang dua pilar lagi yakni pilar pengamanan sampah rumah tangga dan pengamanan limbah cair rumah tangga yang ditargetkan selesai pada 2019 mendatang," terangnya.

Dengan adanya penghargaan yang didapat tersebut, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar tetap melakukan kegiatan sanitasi yang baik dan benar.

Kegiatan yang telah sesuai dengan standart agar jangan sampai kembali pada kebiasaan lama.

"Semakin mendorong masyarakat dan jajarn OPD terkait untuk bersama mempertahankan status STBM sehingga tidak terjadi wabah yang membahayakan masyarakat," pungkasnya. (*)

Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved