Diserang dan Dituduh Jadi Anggota PKI, Begini Jawaban Presiden Joko Widodo

Dirinya menampilkan di layar foto ketua PKI DN Aidit yang berpidato pada tahun 1955.

Diserang dan Dituduh Jadi Anggota PKI, Begini Jawaban Presiden Joko Widodo
Biro Pers Setpres
Presiden Jokowi Silaturahmi dan Bertukar Pandangan di Ponpes Girikesumo 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Dwi Laylatur Rosyidah

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jokowi memperkirakan ada empat isu yang santer menyerang dirinya menjelang Pilpres 2019.

Sehingga calon presiden petahana itu berpesan kepada tim kampanye dua hal, yaitu bisa menghadapi isu dan menceritakan capaian pemerintah seperti infrastruktur.

"Isu-isu yang akan berkembang yaitu pertama isu PKI, kedua antek asing, isu tenaga kerja asing, terutama yang dari Cina dan kriminalisasi ulama," ujarnya saat konsolidasi tim kampanye daerah di Panti Marhaen Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Sabtu (20/10/2018).

Baca: Hadiri Apel Akbar Hari Santri Nasional, Jokowi Akan Bikin Balai Latihan Kerja di Seribu Ponpes

Jokowi menjawab satu persatu isu tersebut.

Terkait isu PKI, pasangan Ma'ruf Amin itu menyebut kalau dirinya kelahiran tahun 1961, sedangkan pembubaran PKI dilakukan pada tahun 1965 - 1966.

"Saya baru empat tahun, tidak ada yang namanya aktivis PKI balita itu tidak ada," paparnya.

Dirinya menampilkan di layar foto ketua PKI DN Aidit yang berpidato pada tahun 1955 dan banyak sekali beredar di sosial media.

Di sana ada seorang yang banyak dipercaya mirip dirinya. Namun Jokowi menjelaskan hal itu jelas janggal sebab pada tahun tersebut dirinya belum lahir.

"Ini DN Aidit pidato tahun '55, di bawahnya ada saya. Lahir saja belum, sudah satu gambar dengan DN Aidit. Ini kebangetan," jelasnya.

Meski begitu ia tetap heran sebab tidak sedikit pula orang yang percaya.

Sekarang isu PKI itu digeser kepada orang tua dan kakek neneknya, sehingga Jokowi mempersilahkan untuk kroscek sendiri seban sekarang era terbuka tidak ada yang bisa ditutupi. (*)

Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved