Komunitas Diponegoro Wolfpack, Custom Motor DIY Dengan Budget Mahasiswa

Siapa yang tidak kenal dengan motor custom, motor dengan desain unik yang bisa di sesuaikan dengan gaya atau aliran motor tertentu

Komunitas Diponegoro Wolfpack, Custom Motor DIY Dengan Budget Mahasiswa
Bariqi Najman
Beberapa motor custom dari Diponegoro Wolfpack (19/10/2018) . 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Siapa yang tidak kenal dengan motor custom, motor dengan desain unik yang bisa di sesuaikan dengan gaya atau aliran motor tertentu.

Motor custom memang tengah digandrungi oleh masyarakat terutama anak mudanya. Custom sendiri adalah proses membangun motor dari nol baik itu membangun bodi, desain hingga menjadi ‎sebuah motor.

Berawal dari keresahan sejumlah mahasiswa Undip, dimana banyak para pengguna motor custom di lingkup kampus, namun tidak kenal satu dengan lainnya.

Diawali dengan 6 mahasiswa, dengan motor customnya , yang akhirnya mendirikan komunitas “Diponegoro Wolfpack” .

Diponegoro Wolfpack sendiri merupakan komunitas motor custom dan classic kampus yang didirikan dilingkungan Universitas.

“Bikin komunitas ini karena dulu anak custom sama classic nya itu nggak sebanyak sekarang, jadi masih kepisah pisah, sehingga gimana kalau kita bikin satu wadah buat ngumpulin semuanya, dan para classic custom itu yang sendiri sendiri kita sebutnya wolf, makanya kenapa kita kumpulin disini dan namanya menjadi wolfpack”, ungkap Bima Dewantara saat ditemui pada hari Jumat (19/10/2018) yang merupakan ketua dari Diponegoro Wolfpack.

Komunitas yang berdiri 3 tahun silam ini, sekarang beranggotakan 35 orang yang terdiri dari mahasiswa tidak hanya dari Undip, namun ada juga polines, pelayaran, dan lain sekolah tinggi di sekitaran Semarang lainnya. Kegiatan rutin dari komunitas ini adalah Turing antar kota, “Ride For Humanity” atau bakti sosial kepada masyarakat dan ada kopi darat rutin setiap hari Jumat sore yang bertempat di halaman Widya Puraya Undip.

Yang unik dari komunitas motor ini yaitu, motor-motor yang ada kebanyakan mereka custom  sendiri satu persatu. Budget yang dikeluarkan untuk mengcustom motor pun tidak terlalu mahal. Untuk gaya motor custom disini kebanyakan japstyle, caferacer, serta chopper kampung.

“Beberapa motor disini ada yang DIY (Do It yourself) potong rangka sendiri, karena memang kita mahasiswa, jadi kita mengcustom sesuai dengan budget mahasiswa pula tapi tidak meninggalkan nilai estetiknya”, kata angki yang merupakan salah satu anggota dari wolfpack.

Untuk bergabung dengan komunitas ini, anda cukup memiliki motor custom atau classic, bisa juga motor yang sudah dianggap legend bagi kebanyakan orang seperti tiger 2000 , thunder 250, win 100, serta memiliki pandangan khusus walaupun belum memiliki motor custom tapi ingin bergabung dengan komunitas ini.

“Harapannya untuk komunitas ini adalah makin solid, makin besar lagi, jadi misal kita udah lulus, kita main kesini lagi kita masih punya tempat dan punya keluarga disini”, imbuh Bima. (*)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved