Klinik Kurnia Utama Banyubiru Adalah Klinik Utama ke 5 Kabupaten Semarang

Kepala Dinkes Kabupaten Semarang dr Ani Raharjo menyampaikan selamat atas beroperasinya Klinik Utama Rawat Inap Kurnia Utama

Klinik Kurnia Utama Banyubiru Adalah Klinik Utama ke 5 Kabupaten Semarang
Tribun Jateng/ Deni Setiawan
Dokumentasi saat grand launching Klinik Utama Rawat Inap Kurnia Utama Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang, Sabtu (20/10/2018).  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA -  Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang dr Ani Raharjo menyampaikan selamat atas beroperasinya Klinik Utama Rawat Inap ‘Kurnia Utama’ di Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang pada Sabtu (20/10/2018) pekan lalu.

Menurut dr Ani, dalam keterangannya, itu adalah klinik utama ke 5 yang tersebar di Kabupaten Semarang. Sedangkan apabila secara keseluruhan, Klinik Kurnia Utama merupakan klinik ke 70 yang hadir untuk melayani masyarakat Kabupaten Semarang dan sekitarnya.

“Apabila di saat kami melihat secara langsung klinik tersebut saat grand launching. Klinik tersebut sudah sangat modern. Terlebih yang menjadi fokus adalah di bidang persalinan atau kebidanan. Harapan kami, klinik tersebut menjadi jejaring kami dalam layanan ibu hamil dan anak,” urai dr Ani.

Dihubungi Tribunjateng.com, Rabu (23/10/2018), dia menerangkan, meskipun tren angka kematian ibu dan anak secara umum di Kabupaten Semarang menurun dibandingkan tahun lalu, tetapi hal tersebut masih menjadi pekerjaan rumah dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

“Trennya memang menurun. Apabila tahun lalu di periode sama atau hingga Oktober 2017 total ada sekitar 15 kasus.

Tahun ini 6 kasus. Apabila dilihat dari titik rawannya, seluruh kecamatan di Kabupaten Semarang merata, semua rawan,” ucapnya.

Dia menerangkan, ada cukup banyak faktor yang memengaruhi tinggi kasus kematian ibu dan anak di Kabupaten Semarang. Apabila disimpulkan dan senantiasa diedukasi Dinkes Kabupaten Semarang adalah 3 Terlambat dan 4 Terlalu.

“3 Terlambat itu maksudnya, terlambat mendiagnosis, merujuk, dan penanganan. Khusus dalam penanganan, biasanya terlambat saat pasien berada di rumah sakit rujukan. Untuk menekan kasus pada ketiga hal itu, kami telah memanfaatkan fasilitas WhatApps Gateway," tukas dr Ani.

Baca: Klinik Spesialis Kebidanan Resmi Beroperasi di Banyubiru, Dilengkapi Fasilitas Modern

Dia menerangkan, sejak awal tahun, kehadiran fasilitas tersebut dinilai sangat efektif. Fasilitas tersebut pun telah berjejaring dengan puluhan klinik yang ada, baik klinik utama, pratama, maupun rawat inap.

“Ketika pasien masih berada di rumah, pihak rumah sakit atau klinik yang bakal dituju sudah mempersiapkan terlebih dahulu kebutuhan pasien. Sehingga begitu datang, sudah dapat cepat tertangani. Itu pun menjadi bagian penting dalam menekan angka kematian ibu hamil dan anak di dalam kandungannya,” bebernya.

Lalu, lanjutnya, berkait 4 Terlalu itu adalah terlalu muda, tua, sering, dan jaraknya rapat. Keempat hal itu memiliki masing-masing potensi kematian ibu dan anak atau sama-sama berisiko tinggi. Hal tersebut pula yang kerapkali dan senantiasa menjadi bahan sosialisasi maupun edukasi kepada masyarakat. (dse)

Penulis: deni setiawan
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved