Suzuki Jajaki Pasar Meksiko Pabrikan Otomotif Terus Dorong Ekspor

Produsen otomotif terus mendorong penjualan ekspor, dengan menjajaki sejumlah potensi pasar baru di berbagai negara.

Suzuki Jajaki Pasar Meksiko Pabrikan Otomotif Terus Dorong Ekspor
Audita Widya Pinasthika
Suzuki All New Ertiga yang tampil dengan performa dan desain dari eksterior, interior, pintu, mesin, kapasitas mesin hingga bahan bakar dipamerkan di Suzuki Pemuda Semarang, Senin (15/10/18) 

TRIBUNJATENG.COM --  Produsen otomotif terus mendorong penjualan ekspor, dengan menjajaki sejumlah potensi pasar baru di berbagai negara.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, pertumbuhan ekspor kendaraan hingga September 2018 mencapai 64,67 juta. Jumlah itu tumbuh 9,3 persen dibandingkan dengan September 2017 sebanyak 59,19 juta unit.

Satu pabrikan yang menggenjot ekspor adalah Suzuki. Hingga kini, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) terus mencari negara tujuan ekspor baru.

President Director PT SIM, Seiji Itayama menyebut, satu pasar ekspor baru Suzuki adalah Meksiko. Selama ini, kawasan Amerika Latin memang masih menyumbang porsi ekspor terbesar bagi Suzuki mencapai 47 persen dari total ekspor.

Dengan menambah negara tujuan baru, menurut dia, porsi ekspor Amerika Latin ditargetkan naik menjadi 50 persen pada 2020 mendatang.

Mengacu data Gaikindo, hingga September tahun ini, total penjualan ekspor Suzuki, baik CKD maupun CBU, tumbuh 4 persen secara year on year (yoy) menjadi 47.122 unit. Di periode yang sama tahun lalu, volume ekspor Suzuki sebanyak 45.320 unit.

Suzuki optimistis volume ekspornya terus bertumbuh. Hal itu lantaran posisi Indonesia di mata prinsipal Suzuki telah menjadi pilar ketiga basis produksi Suzuki di dunia.

"Maka dari itu kami investasi di litbang dan berupaya transfer teknologi dari Jepang ke Indonesia," ujarnya, saat konferensi pers, kemarin.

Beragam

Adapun, pabrikan Toyota tetap menjadi pemimpin pasar ekspor nasional. Executive General Manager Toyota Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, negara tujuan ekspor perusahaannya cukup beragam.

Sudah ada lebih dari 80 negara tujuan ekspor, yakni di kawasan Asia, Afrika, Karibia, Amerika Latin, dan negara-negara Timur Tengah.

"Konsep ekspornya mirip dengan yang ada di sini, di mana ada demand tentu kami supply," terangnya.

Hingga September 2018, penjualan luar negeri Toyota mencapai 101.171 unit. Merek Toyota masih menjadi jawara ekspor terbesar untuk kendaraan utuh di tingkat nasional dengan porsi 80 persen dari total ekspor mobil Indonesia.

"Target kami ketika ada kebutuhan, maka kami isi," ungkap Fransiscus.

Sedangkan Honda Prospect Motor (HPM) masih fokus menggarap penjualan lokal. (Kontan/Agung Hidayat)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved