10 Unit Rumah di Desa Kadipaten Peroleh Bantuan RTLH Program TMMD

Salah satu warga yang mendapat bantuan rehab RTLH, Kabul mengaku senang dengan bantuan yang didapatnya.

10 Unit Rumah di Desa Kadipaten Peroleh Bantuan RTLH Program TMMD
Gelaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III masih berlangsung di Kabupaten Boyolali. 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Gelaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III masih berlangsung di Kabupaten Boyolali.

Dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, M Said Hidayat pada Senin (15/10/2018) lalu, program kemanunggalan TNI dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali dilaksanakan di Desa Kadipaten, Kecamatan Andong.

Selain kegiatan fisik, program ini juga menyasar ke program non fisik berupa Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Sebanyak 10 rumah akan mendapat bantuan rehab RTLH yang akan membantu masyarakat membangun hunian mereka.

Baca: Catat! Ini Jadwal Ujian Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Boyolali dan Peralatan yang Dibawa

Dijelaskan Sekretaris Desa (Sekdes) Kadipaten, Arif Pramono bahwa untuk Desa Kadipaten mendapat bantuan RTLH untuk 10 orang warganya yang tersebar di 10 dukuh.

"Ada 10 unit rumah yang akan mendapat program ini yang dibagikan ke 10 warga di 10 dukuh," ungkap Arif saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (25/10/2018).

Selanjutnya, sampaikan bahwa bantuan senilai Rp 10 juta per unit rumah ini langsung diberikan kepada penyedia bahan bangunan untuk dikirim dan dipergunakan oleh masyarakat.

"Berbeda beda untuk setiap unit rumah. Tergantung dengan tingkat kebutuhan warga untuk tehab rumah," jelasnya.

Sehingga, dengan adanya pemberian bantuan yang sesuai dengan kebutuhan ini diharapkan mampu sedikit membantu mengentaskan kemiskinan.

Sekaligus juga bisa meningkatkan kesejahteraan warga Desa Kadipaten.

Baca: Swasembada Ikan Boyolali Capai 200 Persen, Melebihi Kebutuhan

Salah satu warga yang mendapat bantuan rehab RTLH, Kabul mengaku senang dengan bantuan yang didapatnya.

Sehingga dia tidak perlu resah apabila musim hujan datang, terlebih saat ini pondasi rumahnya dibangun lebih tinggi dari sebelumnya.

"Dulu setiap hujan, rumah saya selalu terendam air, karena memang rumah saya paling rendah jika dibandingkan dengan tetangga," jelas ayah delapan anak ini.

Selain Kabul warga Dukuh Kadipaten, terdapat sembilan orang lain yang juga mendapat program yang sama.

Yakni warga Dukuh Setrojiwo, Jengglong, Jetis, Kadirejo, Mojoroto. Ada pula warga Dukuh Cuki dan Boyosari yang berkesempatan mendapat bantuan rehab RTLH. (*)

Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved