Desa Sruni Kecamatan Musuk Jadi Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Kabupaten Boyolali

Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, Ratri Survivalina menjelaskan program kesehatan lingkungan terkait dengan STBM.

Desa Sruni Kecamatan Musuk Jadi Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Kabupaten Boyolali
Kegiatan di Desa Sruni yang telah lolos dalam lima pilar kesehatan. 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI – Diterimanya penghargaan pencapaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang Berkelanjutan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kabupaten Boyolali, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali melakukan berbagai program pendukung.

Kali ini tim penilai Lomba Desa STBM Kabupaten Boyolali mulai berkunjung dan melakukan verifikasi terkait program kesehatan yang telah dilakukan beberapa desa di Boyolali.

Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, Ratri Survivalina menjelaskan bahwa program kesehatan lingkungan utamanya terkait dengan STBM sudah dijalankan dengan sangat baik melebihi harapannya.

Pihaknya menekankan berbagai hal terkait dengan program kesehatan terutama mengenai keberadaan jamban sehat permanen.

“Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian yakni kepemilikan jamban sehat permanen. Jamban sehat permanen seharusnya menjadi salah satu hal yang diprioritaskan setelah Boyolali telah menyelesaikan program ODF (Open Defecation Free-red),” jelasnya saat melakukan kunjungan tim penilai di Balai Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Selasa (30/10/2018).

Baca: Program Inovasi Desa, Pemkab Boyolali Harapkan Pemdes Manfaatkan Dana Desa Secara Bijak

Harapannya di seluruh wilayah di Kabupaten Boyolali 100 persen semua kepala keluarga sudah memiliki jamban sehingga tidak ada lagi yang memiliki kesempatan buang air besar sembarangan (BABS).

Sementara itu, anggota tim penilai Khusnul Hadi mengatakan bahwa Desa Sruni telah lolos dalam lima pilar kesehatan.

Kelima pilar tersebut yakni pilar pertama Stop BABS, pilar kedua dan ketiga yakni cuci tangan dengan sabun dan pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga.

Pilar keempat pengamanan sampah rumah tangga dan pilar terakhir pengamanan limbah cair rumah tangga.

“Tidak ragu lagi bahwa lima pilar di Desa Sruni sudah luar biasa. Sehingga yang dicermati untuk ke depan tinggal inovasi inovasi kesehatan. Kalau lima pilar sudah luar biasa pelaksanaannya,” ujarnya.

Baca: Bulan Dana Palang Merah Indonesia Boyolali Terkumpul Rp 800 Juta

Sebagai tambahan informasi, Desa Sruni merupakan desa kelima yang diverifikasi tim penilai.

Sebelumnya, ada Desa Kunti Kecamatan Andong, Desa Cangkringan Kecamatan Banyudono, Desa Keposong Kecamatan Musuk dan Desa Ngadirojo Kecamatan Ampel.

Seusai dari Desa Sruni, tim akan menilai Desa Sumberagung; Kecamatan Klego pada Rabu (31/10/2018) esok. (*)

Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved