Begini Kronologi Jatuhnya Enam Pekerja Proyek Pembangunan Hotel di Singosari Semarang

Alat pengangkat seharusnya hanya untuk barang. Dalam perjalanannya ke lantai delapan helimax itu menyenggo triplek dan pekerja jatuh

Begini Kronologi Jatuhnya Enam Pekerja Proyek Pembangunan Hotel di Singosari Semarang
Tribunjateng.com/Rival Al-Manaf
Gedung di Jalan Singosari Raya yang sedang dalam pembangunan. Enam orang terjatuh dalam kecelakaan kerja. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polisi telah memeriksa beberapa saksi terkait kecelakaan kerja yang terjadi di sebuah proyek pembangunan hotel di Jalan Singosari Raya, Rabu (31/10/2018) malam.

Beberapa orang yang dimintai keterangan adalah operator penggerak crane pengangkut pasir dan seorang wakil mandor.

Kapolsek Semarang Selatan, Kompol Dedi Mulyadi menyebut kejadian bermula saat operator akan menaikan pasir ke lantai delapan.

"Dari keterangan saksi disebut bahwa pasir akan naik ke lantai delapan namun juga membawa serta korban berjumlah enam orang," terangnya saat dikonfirmasi Kamis (1/11/2018).

Alat pengangkat itu memang seharusnya hanya untuk barang. Dalam perjalanannya ke lantai delapan alat yang ia sebut dengan nama helimax itu menyenggo triplek di lantai lima.

Senggolan itu membuat oleng hingga enam orang yang menumpang jatuh.

"Sementara saksi ke dua yang merupakan wakil mandor menyebut bahwa alat itu memang hanya digunakan untuk barang, dia tahu dan melihat enam pekerja menaikinya," terangnya.

Meski demikian wakil mandor itu kemudian meninggalkan lokasi. Tidak berselang lama suara dentuman benda terjatuh terdengar. Enam penumpang pun jatuh tiga di antaranya tewas, dan tiga lainnya luka berat.

Terpisah, suasana di depan proyek tersebut pada pagi hari tampak sepi. Tidak ada aktivitas pekerja. Beberapa tenaga konstruksi memang sempat datang lalu mereka lembali karena hari itu diliburkan.

"Alat pengankutnya memang serem kalau dinaiki manusia, saya saja lebih milih kesel dikit lewat tangga kalau mau naik ke atas," terang salah seorang pekerja yang enggan dicantumkan namanya.(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved