Tradisi di Pekalongan - Pintu Bendungan Gembiro Kembali Dibuka, Ribuan Warga Bersiap Mencari Ikan

Kegiatan rutin tersebut sangat ditunggu oleh warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Kasesi.

Tradisi di Pekalongan - Pintu Bendungan Gembiro Kembali Dibuka, Ribuan Warga Bersiap Mencari Ikan
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Sejumlah warga menunggu surutnya air di Bendungan Gembiro, Desa Krandon Kecamatan Kasesi Kabupaten Pekalongan, dan bersiap mencari ikan dengan alat yang sudah mereka bawa, Kamis (1/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Ribuan orang berkumpul di Bendungan Gembiro yang terletak di Desa Krandon, Kecamatan Kasesi Kabupaten Pekalongan, mereka berkumpul untuk menyaksikan acara tahunan yaitu pembukaan pintu bendungan, Kamis (1/11/2018).

Bendungan yang mengalir areal pertanian seluas kurang lebih 1.200 hektar di Kecamatan Kasesi dan Seragi tersebut, merupakan peninggalan jaman kolonial.

Dijelaskan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TARU) Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro, pembukaan pintu air untuk menguras dan mengurangi sedimentasi di aliran sungai yang melintasi sepanjang Kabupaten Pekalongan.

"Selain itu, pembukaan pintu air bendungan juga menjadi daya tarik, karena warga memanfaatkannya surutnya air denganmenangkap ikan," katanya, Kamis (1/11/2018).

Baca: Perencanaan Dana Desa 2019 di Kabupaten Pekalongan Fokus Pada Pemberdayaan Masyarakat

Pihaknya menambahkan, kegiatan rutin tersebut sangat ditunggu oleh warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Kasesi.

"Yang ditunggu adalah panen ikan bersama, biasanya sedari pagi warga sudah mempersiapkan jaring ataupun alat penangkap ikan lainya, untuk menyambut pembukaan pintu bendungan yang selalu digelar 1 November," paparnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pangkal Pinang, Rahma yang berkunjung ke Kabupaten Pekalongan, menyempatkan diri singgah ke acara pembukaan pintu Bendungan Gembiro.

Saat melihat ribuan warga tumplek blek menjadi satu, Rahma terheran-heran.

"Di tempat saya tidak ada bendungan, yang ada laut, apalagi acara tahunan pembukaan pintu air yang disaksikan ribuan orang. Bagi saya hal semacam ini sangat luar biasa karena saya baru pertama kali melihat secara langsung," tambahnya.

Baca: Pemerintah Kota Pekalongan Gelar Pawai Untuk Perayaan Hari Kesehatan Nasional Ke-54

Kedatangan Rahma dalam acara tersebut untuk menimbang ilmu bersama jajaran Pemkab Pekalongan, di sela-sela pembukaan.

Wakil Wali Kota Tanjung Pinang tersebut membaca pantun untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan.

"Kota kami dikenal sebagai Kota Gurindam atau Kota Pantun, untuk itu saya tadi sempat mendendangkan pantun untuk warga Kabupaten Pekalongan yang menghadiri acara pembukaan pintu bendungan ini," ujarnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved