Ada Spot Baru di Komplek Vihara Buddhagaya Semarang, Tugu Asoka

Ada objek wisata baru di komplek Vihara Buddhagaya Watugong, Kota Semarang, yaitu Tugu Asoka yang terletak di depan pagoda.

Ada Spot Baru di Komplek Vihara Buddhagaya Semarang, Tugu Asoka
Tribun Jateng/ Rival Almanaf
Tugu Asoka berdiri tegak di depan pagoda di komplek Vihara Buddhagaya Watugong Semarang, Sabtu (3/11/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ada objek wisata baru di komplek Vihara Buddhagaya Watugong, Kota Semarang, yang baru saja selesai di bangun. Ialah Tugu Asoka yang terletak di depan pagoda.

Bangunan setinggi tujuh meter tersebut diresmikan pada Sabtu (3/11/2018) malam. Tugu itu dibangun untuk mengenang raja Asoka. Dia ialah raja di India yang menganut ajaran Buddha dengan baik.

Pengurus Yayasan Vihara Buddhagaya Watugong, Halim Wijaya berharap dengan adanya tugu tersebut umat yang beribadah bisa mengenang jasa-jasanya.

"Raja Asoka ini adalah yang pertama membangun tempat untuk mengenang Buddha gautama," terang Halim kepada Tribun Jateng.

Ia memaparkan, dibangunnya tugu tersebut memiliki dua tujuan. Pertama adalah untuk umat mengenang ketauladanan Budha.

"Kedua untuk melengkapi sarana-sarana di dalam objek wisata supaya ada tempat baru yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkeunjung ke Vihara Buddhagaya Watugong," terangnya.

Daya tarik utama adalah batu setinggi tujuh meter tersebut merupakan batu utuh. Yang ditemukan saat letusan Gunung Merapi tahun 2010 lalu.

"Batu itu utuh panjangnya tujuh meter langsung kami bawa ke sini dirancang sedemikian rupa dan dibuatlah tugu Asoka," bebernya. Ia berharap dengan adanya tugu tersebut mampu menarik kunjungan wisatawan baik asing maupun mancanegara.

Data ya ia miliki pada bulan September lalu sebanyak 4500 wisatawan berkunjung ke Vihara Buddhagaya Watugong.

Pada peresmian tugu tersebut juga diikuti dengan upacara Khatina Puja yang dipimpin para Bikhu yang sebelumnya selama tiga bulan mengajarkan para umat untuk menjalani agama Budha di Vihara.

"Setelah upacara itu, para umat juga diberi kesempatan untuk bisa memberikan empat kebutuhan pokok yaitu jubah, obat-obatan. Kebutuhan sehari-hari, dan dana. Karena para bikhu tidak bisa bekerja tidak bisa mengambil satu usaha sendiri," pungkasnya.(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved