Kreasi Olahan Non-beras Diharap Jadi Oleh- oleh Kuliner Khas Pati

Melalui kreasi olahan kuliner non beras, diharapkan akan bermunculan oleh- oleh khas Pati.

Kreasi Olahan Non-beras Diharap Jadi Oleh- oleh Kuliner Khas Pati
Istimewa
Bupati Haryanto (kiri) dan jajaran Forkompinda dalam acara Festival Pangan Lokal. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dwi Laylatur Rosyidah

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Festival Pangan Lokal Kabupaten Pati yang bertempat di Alun- alun Simpang Lima resmi digelar selama dua hari hingga Minggu (4/11/2018).

Dinas Ketahanan Pangan (Distapang) Kabupaten Pati menjadi pemrakarsa festival yang mengusung tema 'Lokal Panganku, Sejahtera Desaku' ini.

Rangkaian acara yang diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) semakin semarak dengan pameran UMKM, aneka lomba, seminar dengan menggandeng salah satu e-commerce dan hiburan lainnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pati, Sujono menuturkan bahwa tujuan diadakannya festival ini antara lain untuk memperkenalkan potensi makanan lokal non beras.

Sujono mengatakan, pentingnya mengonsumsi makanan lokal non beras, agar masyarakat tidak hanya ketergantungan beras.

"Sebab masih banyak kandungan karbohidrat berasal dari sumber makanan lain seperti jagung, ketela dan umbi-umbian," jelasnya.

Dalam festival ini, juga dimeriahkan dengan beragam kegiatan, seperti senam, pembagian jamu, aneka lomba dan lainnya adalah lomba inovasi pangan lokal.

"Jadi lomba ini dimaksudkan agar bagaimana masyarakat bisa berkompetisi dan berkreasi mengolah makanan lokal yang non beras," ujarnya.

Bahkan melalui kreasi olahan kuliner non beras, Sujono diharapkan akan bermunculan oleh- oleh khas Pati.

"Harapannya nanti hasil makanan dari acara ini dapat menjadi oleh-oleh khas Pati, sehingga anak-anak menjadi lebih tahu bahwa pangan lokal juga banyak di sini, bahkan memiliki banyak kelebihan seperti gizi dan manfaat yang beragam," pungkasnya dalam keterangan tertulis.

Bupati Pati, Haryanto menyebut bahwa langkah berupa festival menjadi strategi menggugah masyarakat agar terbiasa dengan adanya berkreasi dengan pangan lokal.

"Jangan sampai nanti anak-anak generasi penerus tidak tau makanan yang dimiliki lokal, dan ini yang ingin kita rintis untuk perkenalan itu. Contohnya seperti Kluwe, generasi saya tahu tapi bagaimana dengan mereka," ujarnya. (Dew)

Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved