Apindo Solo Tak Keberatan UMK 2019 Naik 8,03 Persen

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Solo mengaku tak masalah dengan ketentuan penyesuaian upah minimum kota (UMK) 2019 sebesar 8,03 persen

Apindo Solo Tak Keberatan UMK 2019 Naik 8,03 Persen
IST
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Solo mengaku tak masalah dengan ketentuan penyesuaian upah minimum kota (UMK) 2019 sebesar 8,03 persen.

Apindo menilai kenaikan UMK cukup mewakili kondisi dunia usaha, dan sesuai PP 78/2015 tentang pengupahan.

Sekertaris Apindo Solo, Wahyu Hariyanto memaparkan, perhitungan itu sesuai pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

"Kami pengusaha tak mempersoalkan kenaikan UMK. Perhitungan itu sudah sesuai dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi," terangnya, Senin (5/11/2018).

Ia memaparkan kondisi pelaku usaha di Solo saat ini bervariasi. Yakni ada yang tumbuh dan ada yang jalan di tempat.

Tetapi Wahyu menilai tak ada yang keberatan dan juga meminta ditangguhkan terkait penyesuaian UMK.

Seperti diketahui dengan adanya penyesuaian itu UMK di Solo naik menjadi Rp 1.802.700 dari sebelumnya Rp 1.668.700.

"Sampai sekarang tak ada yang meminta penangguhan. Kita sudah bersosialisasi, hingga pengusaha tahu dari awal tentang pertumbuhan ekonomi dan perkembangan inflasi tersebut," urai dia.

Sebaliknya, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (SPN) Hudi Wasisto mengaku kecewa usulan kenaikan UMK itu.

Usulan kenaikan UMK dinilai tak mencerminkan kondisi riil di lapangan.

"Kemarin kita sudah usul kenaikan UMK 2019 sebesar 10 persen. Tapi ternyata hanya 8,03 persen saja," ujarnya. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved