Di Boyolali, Warga Diajak Aktivitas Fisik dan Konsumsi Sayuran pada Peringatan HKN

Hari Kesehatan Nasional (HKN) setiap tanggal 12 November diperingati lebih awal di Kabupaten Boyolali.

Di Boyolali, Warga Diajak Aktivitas Fisik dan Konsumsi Sayuran pada Peringatan HKN
Ist
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Ratri S Lina saat hadir pada kegiatan HKN ke-54 di Boyolali yang digelar dengan seminar nasional bertema implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang dilaksanakan di Balai Sidang Mahesa Boyolali, Selasa (6/11/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALIHari Kesehatan Nasional (HKN) setiap tanggal 12 November diperingati lebih awal di Kabupaten Boyolali.

Rangkaian kegiatan HKN ke-54 di Boyolali ini digelar seminar nasional dengan tema implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang dilaksanakan di Balai Sidang Mahesa Boyolali, Selasa (6/11/2018).

Dalam Peringatan HKN dengan tema Aku Cinta Sehat ini ditekankan untuk melakukan hidup sehat mengingat penyebab dari peningkatan jumlah penyakit saat ini disebabkan perubahan gaya hidup masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Ratri S Lina mengatakan akibat perubahan gaya hidup, hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi penyakit dengan jumlah penderita tertinggi di Boyolali.  

Adanya kemajuan teknologi menjadikan perilaku masyarakat malas untuk beraktivitas fisik.

“Aktivitas fisik makin berkurang serta pola makan yang tak sehat. Misal sekarang orang jarang jalan kaki. Kemana-mana pakai kendaraan. Urusan cukup diselesaikan lewat telepon. Kurangnya aktivitas fisik ini menjadi penyebab hipertensi," terang Ratri.

Lebih lanjut Ratri menjelaskan, hipertensi mencapai 40 persen dari 10 besar jenis penyakit yang paling banyak diidap warga Boyolali. Begitu juga dengan penyakit yang tak menular lainnya seperti stroke, diabetes dan jantung.

“Yang paling menonjol adalah peningkatan penyakit hipertensi Yang saat ini menjadi penyakit yang paling banyak diidap masyarakat, khusunya di Boyolali,” imbuhnya.

Sementara salah satu narasumber seminar, Direktur Promosi kesehatan dan Pemberdayaan masyarakat (Promkes), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Riskiayana Sukandhi Putra mengajak masyarakat untuk mengimplementasi Germas.

Pihaknya mengajak selain beraktivitas fisik juga makan buah dan sayur serta membersihkan lingkungan untuk meningkatkan kualitas hidup sehat.

Ia berharap pada saat terjadi bonus demografi pada tahun 2030 mendatang, Indonesia memiliki generasi yang sehat dan kuat.

“Sehingga usia produktif dengan kualitas sehat itu menjadi peluang emas Indonesia untuk menggenjot roda ekonomi,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Boyolali, M Said Hidayat menyampaikan terima kasih atas peran serta semua pihak dalam menerapkan pola hidup sehat di Boyolali.

“Terima kasih para penggerak kesehatan. Semangat sehat ini yang terus kita bangun kita dorong. Maka kami sampaikan, kami ucapkan terima kasih atas peran serta komponen masyarakat di Kabupaten Boyolali ini,” ungkap Said.(*)

Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved