Turunkan Angka Kemiskinan di Boyolali, Wabup Said Launching Si-Nangkis

Persoalan kemiskinan masih menjadi prioritas yang masih mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali

Turunkan Angka Kemiskinan di Boyolali, Wabup Said Launching Si-Nangkis
Turunkan Angka Kemiskinan, Wabup Said Launching Si-Nangkis 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI – Persoalan kemiskinan masih menjadi prioritas yang masih mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali.

Meski angka kemiskinan di Kota Susu sudah menunjukan angka penurunan, akan tetapi Pemkab Boyolali selalu berusaha untuk menanggulangi kemiskinan warganya.

Oleh karena itu, melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP3D) Kabupaten Boyolali menciptakan satu aplikasi yang mampu mengelola database kemiskinan di Kabupaten Boyolali. Aplikasi yang diberi nama Si-Nangkis ini telah resmi diluncurkan oleh Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, M. Said Hidayat di aula BP3D Kabupaten Boyolali, pada Selasa (6/11).

 Sekretaris BP3D Kabupaten Boyolali, Jaka Diyana menjelaskan aplikasi berbasis online ini merupakan salah satu sistem penanggulangan kemiskinan agar program tersebut dapat efektif serta tepat sasaran.

“Memonitoring data data penduduk yang dapat menerima bantuan kemiskinan dari pemerintah daerah, maka dapat tepat sasaran bagi yang benar benar membutuhkan. Selain itu, Si-Nangkis mudah mensinkronisasi dengan database kemiskinan pusat,” ujarnya.

Wabup Said turut mengapresiasi atas langkah untuk meanggulangi kemiskinan ini. Menurut Wabup Said, adanya koordinasi dan kolaborasi yang baik antar semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Boyolali, hal tersebut mampu benar benar dapat menurunkan angka kemiskinan.

“Maka dengan sistem aplikasi ini ketika pola penganganan mampu kita lakukan dalam satu sistem data yang menyatu, maka langkah kita mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan tentu akan akan tepat sasaran,” terang Wabup Said.

Selanjutnya ke depan diharapkan tahun demi tahun angka kemiskinan di Kabupaten Boyolali dapat secara periodik turun melalui validasi data yang sudah tertata untuk kesejahteraan masyarakat Boyolali. Menggunakan sistem pendataan yang baik, diharapkan masyarakat yang belum terpantau atau mereka yang belum paham akan secara cepat tertangani.

 “Ketika kita membangun sistem yang baik ini, sistem ini mampu dipergunakan sampai panjang. Semoga dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dipergunakan untuk memberikan senyum kita untuk masyarakat Boyolali,” pungkas Wabup Said. (*) 

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved