BKKBN Jadikan SMAN 6 Semarang Pilot Project Sekolah Siaga Kependudukan di Jawa Tengah

SMA Negeri 6 Semarang terpilih menjadi project pilot peluncuran Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) oleh BKKBN

BKKBN Jadikan SMAN 6 Semarang Pilot Project Sekolah Siaga Kependudukan di Jawa Tengah
m zaenal arifin
Direktur Kerjasama Pendidikan dan Kependudukan BKKBN, Ahmad Taufik, memukul gong tanda diresmikannya Sekolah Siaga Kependudukan di SMA Negeri 6 Semarang, Rabu (7/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - SMA Negeri 6 Semarang terpilih menjadi project pilot peluncuran Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Peluncuran dilakukan di aula sekolah oleh Direktur Kerjasama Pendidikan dan Kependudukan BKKBN, Ahmad Taufik, Rabu (7/11/2018).

Taufik mengatakan, SSK bertujuan untuk membuat berkualitas anak bangsa. Untuk itu harus dimulai dari para remaja yang saat ini duduk di bangku sekolah. Kualitas tersebut dengan memberikan pemahaman tentang kependudukan.

Dengan memahami kependudukan, para remaja akan membuat perencanaan yang baik ke depannya. Perencanaan tersebut meliputi pendidikan lanjutannya hingga memutuskan untuk berkeluarga. Yang lebih penting, para remaja memiliki konsep rencana keluarga.

"Melalui SSK, kita bina anak-anak memahami kependudukan, menciptakan keluarga yang berkualitas. Kalau keluarga itu bebannya banyak atau anaknya banyak, tidak mungkin bisa menyekolahkan anaknya sampai tinggi. Tapi kalau anaknya sedikit pasti keluarga itu memperhatikan gizi dan pendidikan anaknya stinggi-tingginya," katanya usai peluncuran.

Ia menuturkan, dewasa ini bukan zamannya lagi mencari pekerjaan, akan tetapi menciptakan pekerjaan. Untuk itu, remaja sekarang harus memiliki tiga skill yaitu inteligensi, emosional religius dan life skill.

Terlebih lagi, perkembangan tekhnologi yang kian tak terbendung. Sehingga mau tidak mau para remaja harus diajarkan perencanaan keluarga yang baik dan bermutu. Dalam hal ini, perencanaan dimulai dari pendidikannya, pekerjaannya hingga keluarga.

"Jika itu dilakukan semua keluarga, kita yang awalnya negara miskin kemudian menjadi berkembang, dan 25 tahun yang akan datang akan menjadi negara yang diperhitungkan ekonominya, menjadi negara besar di dunia," ucapnya.

Untuk saat ini, SMAN 6 Semarang baru sebatas model percontohan yang nantinya diikuti seluruh SMA negeri dan swasta yang ada di Jawa Tengah. SSK ini perlu didorong terus mengingat saat ini sekolah yang menerapkannya masih terbilang minim.

Dari catatan BKKBN, baru 5 persen sekolah di Indonesia yang menerapkan SSK dari jumlah lembaga pendidikan yang ada. Ditargetkan, jumlah tersebut bertambah menjadi 20 persen pada 2020 mendatang.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved