BPJS Ketenagakerjaan Galakkan Program Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan bekerjasama dengan pemerintahan desa di Demak, untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pekerja di desa.

BPJS Ketenagakerjaan Galakkan Program Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Tribun Jateng/ Alaqsha Gilang Imantara
Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Enda Ilyas Lubis dan Bupati Demak, M Natsir (tengah) salam komando seusai penandatanganan program Desa Sadar Jaminan Sosial di komplek pendopo Pemkab Demak pada Kamis (8/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alaqsha Gilang Imantara

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - BPJS Ketenagakerjaan bekerjasama dengan pemerintahan desa di Kabupaten Demak, untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pekerja di desa.

Tujuannya agar lebih memahami manfaat dari program BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam program tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menetapkan Desa Berahan Wetan dan Desa Kedungwaru Lor, kabupaten Demak sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Enda Ilyas Lubis, mengatakan program ini bertujuan agar masyarakat desa mengenal lebih dekat program-program BPJS Ketenagakerjaan, dan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya perlindungan jaminan sosial.

Menurutnya, adanya peluncuran Desa Berahan Wetan dan Desa Kedungwaru Lor sebagai Desa Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, menunjukan kepala desa setempat peduli jaminan kesehatan.

"Ini berarti bahwa kepala desa dan seluruh perangkatnya telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan," ucapnya dalam acara penandatanganan kerjasama program ini di komplek pendopo pemkab Demak pada Kamis (8/11/2018).

Kami akan terus berupaya untuk mengedukasi seluruh masyarakat pekerja agar seluruh pekerja sadar tentang pentingnya sebuah jaminan sosial dalam menghadapi risiko-risiko sosial yang dapat menimpa kita dimanapun dan kapanpun.

"Program desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan telah dilaksanakan di 276 desa di Indonesia pada tahun 2017. Pihaknya menargetkan pada tahun 2018, sebanyak 200 desa di Indonesia terbentuk sebagai desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan," pungkasnya.

Bupati kabupaten Demak, M Natsir, mengatakan, tidak ada ruginya mengikuti BPJS Ketenagakerjaan, justru dapat terlindungi.

"Tidak ada ruginya mengikuti BPJS karena kita bisa terlindungi dan mendapat nilai ibadah. Ketika kita tidak kecelakaan, maka kita bisa beramal membantu orang lain," katanya.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat Demak untuk membantu program ini.

Rangkaian kegiatan ini juga dihadiri dihadiri Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan; Eko Darwanto,Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng & DIY; Moch. Triyono dan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Majapahit; Yosef Rizal.

Kemudian, Wakil Bupati Demak beserta jajarannya, Kapolres, Dandim, Kajari,DPRD, juga turut hadir meresmikan desa sadar ini bersama masyarakat dan insan BPJS Ketenagakerjaan lainnya.(agi)

Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved