Bupati Wihaji Nobatkan Desa Cepagan, Batang, Sebagai Kampung Tenun

Bupati Batang Wihaji menobatkan Desa Cepagan, Kecamatan Warungasem sebagai kampung tenun

Bupati Wihaji Nobatkan Desa Cepagan, Batang, Sebagai Kampung Tenun
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Bupati Wihaji mengunjungi salah satu rumah produksi pembuatan kain tenun ATBM, Kamis (8/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Di Kabupaten Batang, Jawa Tengah terdapat desa yang mana hampir semua warganya memproduksi kain tenun yang masih dilakukan secara tradisional atau disebut Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Melihat potensi yang bisa dijadikan sebagai sentra kain tenun, Bupati Batang Wihaji menobatkan Desa Cepagan, Kecamatan Warungasem sebagai kampung tenun.

"Ini ekonomi kreatif yang luar biasa, one vilage one produk dimana Desa Cepagan sebagai kampung tenun," tutur Wihaji saat mengunjungi salah satu rumah produksi pembuatan kain tenun ATBM, Kamis (8/11/2018).

Dikatakannya, Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) sangat mengapresiasi masyarakat yang telah nguri - nguri peninggalan alat-alat tradisional yang sudah ada sejak puluhab tahun lalu.

Dengan alat tradisional yang terbuat dari kayu tersebut hasil produksi dan keawetannya sudah teruji.

Selain itu, adanya produksi rumahan kain tenun ini juga memberdayakan masyarakat sekitar.

"Kita juga harus support secara pemodalan dan pemasaranya, serta terus lakukan pembinaan agar berinovasi untuk tetap bertahan dan berkembang," jelasnya.

Ia juga berharap agar Desa Cepagan menjadi salah satu Destinasi wisata baru tentang edukasi ekonomi kreatif tenun, hal ini menarik yang setiap pengunjung nantinya bisa membawa hasil produk syal, pasmina, kerudung serta produk lainnya.

Satu diantara pemilik usaha tenun, Aidin mengatakan sudah 35 tahun menekuni usahan tenun dengan ATBM, yang mana dalam satu minggumampu memproduksi 2.000 potong.

"Alhamdulillah peminatnya lumayan banyak, karena mereka percaya kalau embuatan secara manual atau tradisional lebih awet, selain itu juga bahan rayon menjadukan enak dipakai," jelasnya.

Aidin mengatakan saat ini pemasaran kain tenun miliknya sudah merambah hingga luar jawa seperti Bali, Sulawesi.

Untuk harga, kain tenun di Desa Cepagan ini rata-rata hanya dipatok Rp 15 Ribu - Rp 30 Ribu. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved