Dinkop UMKM Kota Semarang Ikut Benahi Pasar Srondol

Dinas Koperasi dan Usaha Mandiri Kecil Menengah (Dinkop UMKM) Kota Semarang juga turun membenahi pasar Srondol.

Dinkop UMKM Kota Semarang Ikut Benahi Pasar Srondol
ISTIMEWA
Hendi bertolak ke Pasar Srondol untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna melakukan pencocokan informasinya 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Usai disidak Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, karena sepi pengunjung dan banyak kios yang tutup, hingga kini Pasar UMKM Srondol terus dibenahi.

Selain Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan Usaha Mandiri Kecil Menengah (Dinkop UMKM) Kota Semarang juga turun membenahi pasar Srondol.

Kepala Dinkop UMKM Kota Semarang, Litani Satyawati mengatakan, pihaknya telah menindak tegas dengan menarik kembali kunci kios dan mengalihkannya ke UMKM lain yang bersedia menempati kios pasar Srondol.

"Kami tidak hanya mengimbau, tapi kami melakukan tindakan tegas untuk mereka yang tidak memanfaatkan fasilitas tersebut. Jika tidak aktif, kami keluarkan UMKM itu dari pasar agar kios bisa dipergunakan UMKM lain," katanya, Kamis (8/11/2018).

Menurutnya, fasilitas yang disediakan di Pasar Srondol sudah banyak. Sudah seharusnya UMKM yang mempergunakan fasilitas di pasar tersebut secara gratis, memanfaatkannya secara baik.

Lebih lanjut, Litani mengatakan, saat ini sudah banyak UMKM yang mendaftar ke dinasnya untuk mengisi kios kosong yang berada di Pasar Srondol. Menurutnya, Pasar Srondol harus hidup untuk UMKM lantaran Pemerintah Kota Semarang telah mendedikasikan tempat tersebut sebagai pusat kegiatan UMKM.

"Saat ini seluruh kios dan lapak yang ada di Pasar UMKM Srondol, telah aktif digunakan. Bahkan ada beberap UMKM yang menyatakan bersedia mengisi kios di sana," ungkapnya.

Litani menegaskan, bagi para UMKM yang sudah diberi kepercayaan untuk mengisi kios pasar Srondol supaya memiliki tanggung jawab dan rasa syukur. Bentuk kesyukuran, kata Litani, diwujudkan dengan memanfaatkan kesempatan menggunakan kios sebaik-baiknya.

"Jadi tidak menelantarkan kiosnya. Maka sudah selayaknya kalau kami harus tegas menerapkan sanksi manakala kepercayaan kami ini diabaikan," tegasnya.

Di sisi lain, upaya demi upaya pun terus dilakukan oleh Pemkot Semarang melalui Dinkop UMKM maupun Dinas Perdagangan selaku pengelola pasar. Salah satunya, Litani menyebutkan, sejumlah kegiatan pelatihan juga dikerjakan untuk meramaikan pasar tersebut.

"Terhitung sampai akhir bulan kemarin, di Pasar Srondol ada sejumlah pelatihan. Mulai dari kreasi daur ulang, membatik, pertemuan komunitas produk kreatif dan lainnya," paparnya.

Litani mengatakan, kegiatan-kegiatan tersebut digelar sebagai strategi supaya pasar lebih ramai dan menarik pengunjung. Even-even ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para UMKM untuk meningkatkan skill dan pengetahuannya dalam bisnis terutama dalam hal pemasaran.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Srondol, Albert Marbun mengatakan, berbagai strategi akan dilakukan oleh paguyuban Pasar Srondol dengan menggelar beberapa kegiatan yang dapat menghidupkan Pasar Srondol sehingga pasar Srondol yang digalakkan sebagai pusat UMKM dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas.

"Setiap agenda akan ditangani oleh masing-masing cluster yang ada di Pasar Srondol. Ada 10 cluster UMKM yang berada di Pasar Srondol yaitu cluster batik, handicraft, pariwisata, tas, bandeng, pangan, logam, mebel, jamu, dan lunpia. Kami mencoba untuk menghidupkan pasar ini dengan berbagai acara yang telah kami susun," katanya. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved