Kejar Target Satu Juta Wisatawan ke Jateng, Bursa Wisata Indonesia Kembali Digelar

Upaya promosi destinasi wisata di Jateng serta membuka jaringan pelaku wisata dengan pelaku wisata luar Jateng, kembali digelar Bursa Wisata Indonesia

Kejar Target Satu Juta Wisatawan ke Jateng, Bursa Wisata Indonesia Kembali Digelar
Tribun Jateng/ Desta Leila Kartika
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Parekraf, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Trenggono (tiga dari kanan), saat membuka Bursa Wisata Indonesia (BWI) kelima berlangsung di Hotel Patrajasa Semarang, Kamis (8/11/2018), dengan memukul kentongan.  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebagai salahsatu upaya mengembangan promosi destinasi wisata di Jateng serta untuk membuka jaringan antara pelaku wisata Jateng dengan pelaku wisata luar Jateng, kembali digelar Bursa Wisata Indonesia (BWI) ke lima.

Kegiatan rutin tahunan ini diikuti oleh 103 Seller dan buyer atau travel agen yang hadir kurang lebih sekitar 300 peserta, Kamis (8/11/2018).

Ditemui saat mengisi acara, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Parekraf, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Trenggono mengatakan event BWI ini sekaligus membrending Jateng khususnya kota Semarang.

Harapannya ketika sudah ada transaksi dapat meningkatkan jumlah lama tinggal, dan belanja para wisatawan yang muaranya untuk kesejahteraan masyarakat.

"Tema nya sendiri adalah "Gayeng Reborn" jadi kegiatan ini bukan sekadar bisnis semata, tapi bagimana membangun suasana yang gayeng sesuai khasanah budaya Indonesia khususnya Jateng," ujar Trenggono, pada Tribunjateng.com, Kamis (8/11/2018).

Melalui kegiatan ini, Trenggono mengungkapkan pihaknya yakin bisa memenuhi target 1 juta wisatawan mancanegara, karena hari ini saja sudah sekitar 300 buyer dari luar Jawa Tengah. Otomatis akan berpengaruh dengan perekonomian yang ada di Semarang dan jelas nyata.

"Dengan jumlah seller yang bukan hanya orang Semarang saja, di antaranya Solo, Tegal, Pemalang, dan lain-lain. Mereka termasuk ikut andil dalam perputaran uang, maka dari itu saya optimis bisa mencapai target 1 juta wisatawan," ungkapnya.

Jumlah wisatawan mancanegara di Jateng pada bulan Agustus tahun 2017, sesuai penuturan Trenggono berjumlah 660 ribu wisatawan. Lalu ditahun 2018 berjumlah 718 ribu dan lebih baik dari tahun 2016 sebanyak 578 ribu wisatawan.

"Harapannya di tahun 2019 bisa mencapai target 1,2 juta wisatawan mancanegara, karena untuk wisatawan domestik kami sudah mencapai kurang lebih 41 jutaan di tahun 2018. Sedangkan target wisatawan domestik di tahun 2019 sebanyak 45 jutaan," ucap dia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua panitia Bursa Wisata Indonesia (BWI), Eko Arief Widodo menjelaskan jumlah Seller yang terdaftar sebanyak 103 terdiri dari Hotel, Restoran, Objek Wisata dan lain-lain.

Di antaranya 63 Hotel, travel agen dari Korea, Batam, Malaysia, Bangka Belitung dan lain-lain berjumlah 19. Lalu pusat oleh-oleh ada 7 yang hadir seperti kampung Semarang, pusat oleh-oleh 52, dan ada juga objek wisata Taman Safari, semua berjumlah 11.

"Pembeda BWI ke 5 ini dengan sebelumnya adalah selain table top masih ada empat tambahan kegiatan lainnya, seperti seminar, ekspo UKM, lomba Bloger dan lomba video pariwisata khusus 35 dinas-dinas kota dan kabupaten di Jateng. Acara BWI ini hanya satu hari jadi semua kegiatan dilakukan semua dari pagi sampai sore," jelas Arief.

Arief menambahkan Reborn sendiri maksudnya adalah mengingat kembali atau melahirkan kembali potensi-potensi wisata yang dimiliki Jateng. Karena kebanyakan dulu orientasi wisata itu hanya pantai, taman hiburan dan lain-lain.

"Sekarang ini wisata semakin banyak di antaranya seperti Seni dan Budaya di Jateng, baik Desa Wisata yang mengandung unsur budaya, tarian, karnaval, dan masih banyak lagi," tandasnya.(*)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved