Pembelajaran Agama di Era Disrupsi, Masih Perlukah Ruang Kuliah?

Era disrupsi ini, pembelajaran mengalami perubahan total. Ruang kelas mengalami evolusi

Pembelajaran Agama di Era Disrupsi, Masih Perlukah Ruang Kuliah?
tribunjateng/ist
DR. Aji Sofanudin, Peneliti pada Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang 

Ditulis oleh DR. Aji Sofanudin, Peneliti pada Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kewajiban perguruan tinggi sebagaimana amanat undang-undang adalah Tridharma Perguruan Tinggi yang mencakup tiga hal (1) Pendidikan, (2) Penelitian, dan (3) Pengabdian Kepada Masyarakat. Ketiga kewajiban tersebut otomatis melekat pada setiap tenaga pendidik dan kependidikan di perguruan tinggi.

Tenaga pendidik dan kependidikan di perguruan tinggi, khususnya Dosen MKU Pendidikan Agama Islam memiliki tantangan besar dalam mengemban ketiga aspek tersebut. Dosen MKU PAI selain berperan untuk transfer of knowledge juga harus menjadi role model, menjadi uswah bagi pengamalan agama Islam. Apalagi di era disrupsi ini, tentu tantangan yang dihadapi dosen agama semakin besar.

Hemat kami, selama ini pembelajaran agama di kampus mengembangkan tiga pendekatan yakni (1) pembelajaran kritis, (2) pembelajaran indoktrinasi, dan (3) pembiasaan dalam bentuk pengamalan agama.

Pembelajaran agama di era disrupsi perlu didekati dengan cara yang tepat.

Secara bahasa, disrupsi (disruption) berarti hal tercabut dari akarnya. Jika diartikan dalam kehidupan sehari-hari, disrupsi adalah sedang terjadi perubahan yang fundamental atau mendasar.

Satu di antara yang membuat terjadi perubahan yang mendasar adalah evolusi pada teknologi informasi.

Go-jek, grab, uber olx, dan aplikasi lain merupakan beberapa contoh perubahan yang mendasar. Dalam konteks pendidikan, bisa jadi suatu saat kampus tidak membutuhkan gedung karena semua pembelajaran via online.

Era disrupsi ini, pembelajaran mengalami perubahan total. Ruang kelas mengalami evolusi dengan pembelajaran digital yang memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih kreatif, beragam, dan menyeluruh.

Di Unnes, sudah merespon ini dengan membuat banyak aplikasi: sikadu, sitedi, simPKL, mulang, Unnes Info (telegram), dan lain-lain.

Halaman
123
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved