Ratusan Warga Dukuh Sigandul Tuntut Kepastian Identitas Kependudukan ke Pemkab Batang

Perwakilan warga Dukuh Sigandul tuntut kejelasan identitas kependudukan ke Pemerintah Kabupaten Batang.

Ratusan Warga Dukuh Sigandul Tuntut Kepastian Identitas Kependudukan ke Pemkab Batang
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Audensi warga Dukuh Sigandul dan jajaran Pemkab Batang terkait kejelasan identitas kependudukan di Kantor Kecamatan Reban, Kamis (8/11/2018)  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Perwakilan warga Dukuh Sigandul tuntut kejelasan identitas kependudukan ke Pemerintah Kabupaten Batang.

Pasalnya, Dukuh Sigandul yang dulunya masuk administrasi wilayah Kecamatan Reban dipindah ke wilayah Kecamatan Bawang, dan kini dikembalikan ke admistrasi wilayah Dukuh Depok Desa Wonorejo Kecamatan Reban.

Diketahui di Dukuh Sigandul yang menjadi desa terluar di Kabupaten Batang pernah dilanda bencana alam berupa tanah longsor pada 2002, karena pemerintah daerah kala itu menganggap wilayah desa yang dikelilingi bukit rawan bencana, pada 2004 dilakukan relokasi ke Dukuh Bintoro Mulyo Kecamatan Bawang.

14 tahun berlalu, ternyata beberapa warga masih bertahan di desa tersebut, walaupun ada yang sudah pindah. Permasalah muncul saat warga yang masih bertahan ingin mengurus administrasi kependudukan, karena alamat maupun asal desa sudah tak tercatat.

Dikatakan Sholihin (42), permasalah bertambah ketika warga dukuh mengetahui bahwa administrasi desa dihilangkan dan dialihkan ke Dukuh Depok.

"28 Oktober lalu, kami baru tahu ternyata administrasi dukuh kami dialihkan menjadi Dukuh Depok Desa Wonorejo.

Kami yang tinggal di perbatasan Banjarnegara dan Batang takut tidak diakui, karena alamat  kami tidak tercatat, belum lagi jika ada bantuan ataupun, menggunakan hak pilih saat Pemilu, jika mengurus administrasi kependukan kami harus memutar melewati Banjarnegara," katanya saat melakukan audensi bersama jajaran Pemkab Batang di Kantor Kecamatan Reban, Kamis (8/11/2018).

Baca: Wabup Batang Instruksikan Jajarannya Urus Kejelasan Identitas Kependudukan Warga Dukuh Sigandul

Ditambahkannya, terkait sertifikat tanah dan KTP masih tertera Dukuh Sigandul, maka dari itu, pihaknya dan beberapa perwakilan warga dukuh menuntut kejelasan identitas kepada pemerintah.

"Dukuh tempat tinggal kami, lokasinya sangat terpencil, kami ingin kejelasan identitas. Kami ini warga mana, kalau tidak diakui kami lebih memilih jadi warga daerah lain, tapi kami menghargai Pemerintah Kabupaten Batang, kami pun tertib membayar pajak," paparnya.

Sementara itu, Camat Bawang Yarsono, menerangkan, ada sekitar 200 jiwa yang masih tinggal di Dukuh Sigandul, dan sebagai telah direlokasi ke Bintoro Mulyo.

"Lokasi Sigandul berada di lereng Pegunungan Dieng Utara, pada 2002 terjadi longsor, dan memaksa pemerintah kala itu melakukan relokasi. Memang Bintoro Mulyo awalnya adalah hutan lindung dari Perhutani, namun dengan adanya relokasi diubah fungsinya menjadi hutan produksi," ujarnya.

Ditambahkannya, keputusan warga kala itu mau dipindah, namun ternyata ada yang masih bertahan yang kini bertambah jumlahnya.

"Admistrasi kependukan sebelum direlokasi masuk ke wilayah Reban, dan kini dikembalikan lagi, sebenarnya warga hanya takut jika sertifikat ataupun haknya sebagai  warga Batang tidak diakui," jelasnya.

Usai melakukan dialog bersama Wakil Bupati Batang Suyono dan warga, Camat Reban, Fatoni menerangkan, daei hasil koordinasi warga yang dulunya dicatat sebagai warga Dukuh Sigandul akan berganti menjadi warga Dukuh Depok, namun hanya di KTP ataupun di sertifikat tanah.

"Sementara tempat tinggal masih tetap, jadi jangan khawatir tidak akan diakui, dan dilayani haknya sebagai warga Kabupaten Batang karena yang berganti hanya alamat yang tertera di KTP," imbuhnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved