Terjadi Hujan Ekstrim Hingga Picu Banjir, BMKG Cilacap Ingatkan Potensi Bencana Alam

Hujan ekstrim yang melanda sebagian besar Cilacap bagian pesisir selatan memicu bencana alam di sejumlah titik di wilayah tersebut, (6/11).

Terjadi Hujan Ekstrim Hingga Picu Banjir, BMKG Cilacap Ingatkan Potensi Bencana Alam
ISTIMEWA
banjir di Brebeg Kecamatan Jeruklegi Cilacap Selasa (6/11) lalu 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Hujan ekstrim yang melanda sebagian besar Cilacap bagian pesisir selatan
memicu bencana alam di sejumlah titik di wilayah tersebut, Selasa (6/11).

Curah hujan tinggi itu memicu longsor di dusun Sumur Bandung RT 04/10 Kelurahan Tritih Kulon Kecamatan Cilacap Utara hingga merusak pagar bandara Tunggul Wulung.

Selain longsor, hujan lebat juga memicu banjir di dusun Cirokol Desa Brebeg, Kecamatan Jeruk Legi, serta di Desa Karangreja, Kecamatan Maos, Cilacap.

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun BMKG Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan, hasil pantauan curah hujan tanggal 6 November 2018 di beberapa pos pengamatan hujan tercatat, di Stasiun Meteorologi Cilacap 63 mm, Pos Tunggul Wulung 179 mm, Binangun 189 mm, Patimuan 115 mm, Kampung Laut 176 mm, Cimanggu 54 mm, Nusawungu 184 mm, dan Adipala 179 mm.

Adapun hasil pantauan curah hujan pada tanggal 7 November 2018, di beberapa pos pengamatan hujan tercatat, Pos Tunggul Wulung 74 mm, Stasiun Meteorologi Cilacap 87 mm dan di Binangun 152 mm.

"Artinya curah hujan yang turun masih termasuk kategori lebat dan ekstrem,"

Hujan ekstrem juga pernah terjadi pada 7 Oktober 2017 tahun lalu. Cuaca ekstrem kala itu juga memicu kejadian banjir di sebagian wilayah Cilacap. Dilaporkan saat itu, sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap dilanda banjir pada Sabtu (7/10/2017) pagi, antara lain di Desa Kawunganten dan Kalijeruk, Kecamatan Kawunganten, dan beberapa wilayah di kota Cilacap semisal Perumahan Ketapang, Jalan Sutomo, Jalan Kendeng, dan sebagian Kecamatan Cilacap Selatan.

Curah hujan yang tercatat waktu itu, 171,6 mm di Stasiun Meteorologi Cilacap, Pos Tunggul Wulung 298 mm dan di wilayah Binangun serta Kroya tercatat 108 mm.

Tetapi menurut Teguh, ada beberapa perbedaan dari kejadian beda tahun itu. Di antaranya, intensitas curah hujan yang berbeda.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved