Terjadi Hujan Ekstrim Hingga Picu Banjir, BMKG Cilacap Ingatkan Potensi Bencana Alam

Hujan ekstrim yang melanda sebagian besar Cilacap bagian pesisir selatan memicu bencana alam di sejumlah titik di wilayah tersebut, (6/11).

Terjadi Hujan Ekstrim Hingga Picu Banjir, BMKG Cilacap Ingatkan Potensi Bencana Alam
ISTIMEWA
banjir di Brebeg Kecamatan Jeruklegi Cilacap Selasa (6/11) lalu 

Di pos pengamat hujan Tunggul Wulung misalnya, pada tanggal 7 Oktober 2017 curah hujan tercatat mencapai 298 mm, sedangkan pada tanggal 6 November 2018 kemarin hanya tercatat 179 mm.

Artinya, kata Teguh, kondisi hujan pada 7 Oktober 2017 lalu relatif lebih ekstrem di banding hujan kemarin.

Selain itu, kejadian banjir awal Oktober 2017 lalu sudah didahului oleh hujan sedang hingga lebat pada akhir September 2017.

Akibatnya, kondisi tanah relatif sudah jenuh air, serta air hujan tidak bisa terserap ke tanah. Sehingga air melimpas ke lokasi yang lebih rendah sebagai banjir.

Khusus untuk wilayah pesisir di perkotaan Cilacap diperparah kondisi air laut pasang. Limpahan air yang seharusnya terbuang ke laut menjadi tertahan dan menggenang. Kondisi itu membuat dampak banjir lebih meluas.

Berbeda dengan kondisi saat kejadian banjir, 6 November 2018 lalu.

Sebelum kejadian itu, pada bulan Oktober hingga awal November 2018, hujan jarang terjadi. Kalaupun terjadi, hanyalah berupa hujan ringan.

Hujan ringan usai kemarau panjang itu hanya cukup menghilangkan debu tanah. Sehingga, kondisi tanah relatif tidak jenuh air. Meski terjadi hujan ekstrem, air banyak yang mererap ke dalam tanah.

"Kalaupun ada kejadian banjir, relatif lebih sempit atau tidak meluas dibandingkan Oktober 2017 lalu,"katanya

Tetapi Teguh mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi bencana alam ke depan. Mengingat, saat ini barulah memasuki awal musim penghujan

Kewaspadaan lebih ditingkatkan terutama pada saat memasuki puncak musim penghujan yang diprakirakan terjadi di bulan Desember 2018 dan Januari 2019.

"Daerah yang rawan banjir dan rawan longsor harus sudah lebih waspada dengan datangnya musim penghujan," katanya.(*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved