Pasokan Beras di Boyolali Masih Aman

Menghadapi musim kemarau yang cukup panjang ini, pasokan kebutuhan pokok terutama beras di Kabupaten Boyolali terbilang masih mencukupi

Pasokan Beras di Boyolali Masih Aman
Istimewa
Pasokan Beras di Boyolali Masih Aman 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI – Menghadapi musim kemarau yang cukup panjang ini, pasokan kebutuhan pokok terutama beras di Kabupaten Boyolali terbilang masih mencukupi. Meski ada beberapa perbaikan saluran irigasi di kawasan Waduk Cengklik, menyebabkan beberapa wilayah mundur dalam masa tanam padi.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali, Bambang Jiyanto menjelaskan salah satu penyebab target tanam agak mundur disebabkan belum turun hujan hingga saat ini. Akan tetapi, kemunduran masa tanam itu tidak berpengaruh pada pasokan beras di Kabupaten Boyolali.

“Belum hujan sehingga pertanamannya agak mundur. Sampai saat ini kebutuhan gabah beras masih tercukupi, hanya di dua bulan terakhir ini curah hujan sedikit pertanamannya sedikit tetapi kita masih punya beras beras yang panen bulan sebelumnya,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (8/11).

Ditambahkan Bambang, untuk mengantisipasi adanya kekurangan air di kawasan persawahan, pihaknya menghimbau agar petani bisa sekaligus menaman palawija maupun sayuran.

“Upaya palawija dengan tanaman semusim semisal sayuran, itu relatif tidak terlalu memerlukan air yang banyak sehingga bisa mengganti dari kebutuhan beras. Ada tanaman yang tidak membutuhan banyak air itu bisa menjadi antisipasi,” imbuhnya.

Menurut data yang diperoleh, Kabupaten Boyolali pada tahun 2018 diketahui indikatif luas tanam tanaman pangan mencapai 52.446 hektar. Untuk realisasi luas tanam sendiri, Kabupaten Boyolali memiliki 54.425 hektar pada tahun 2018. Angka tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar 54.233 hektar.

Produksi gabah kering giling di Kabupaten Boyolali tahun 2017 sejumlah 275.073 ton. Adapun untuk tahun 2018 diprediksi mampu produksi sebesar 295.635 ton. Angka tersebut diperoleh dari realisasi hingga Agustus 2018 yang mampu memproduksi gabah kering giling sebanyak 244.064 ton. Sisanya bulan September-Desember diasumsikan mampu memproduksi 51.571 ton.

“Para petani harus pintar pintar mengantisipasi musim sehingga saat akan memasuki musim kering kalau bisa tidak menanam padi dulu. Menjelang hujan harus sudah persiapan mengolah tanah, tatkala masuk musim penghujan tinggal menyebar bibit,” imbau Bambang. (dst/bet)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved