Pemerintah Targetkan 12 Ribu Kampung KB Terbentuk Hingga Akhir 2018

Pemerintah pusat saat ini fokus untuk terus membangun kampung Keluarga Berencana (KB) di Indonesia

Pemerintah Targetkan 12 Ribu Kampung KB Terbentuk Hingga Akhir 2018
Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti
Peresmian kampung KB Gendhis di Panularan, Laweyan Solo, Jumat (9/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pemerintah pusat saat ini fokus untuk terus membangun kampung Keluarga Berencana (KB) di Indonesia. Salah satunya yakni meresmikan kampung KB Gendhis di Panularan, Laweyan, Solo, Jumat (9/11/2018).

Plt Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sigit Priyo Utomo menerangkan, sejak 2016 hingga saat ini di Indonesia sudah ada 10 ribu kampung kb. Kampung KB diproyeksikan menjadi salah satu tempat pelayanan pemerintah di daerah.

"Ini perpanjangan dari kampung kb pertama di Cirebon pada 2016 lalu. Ini kampung kb ke 10.001," papar Sigit.

Sigit menargetkan hingga akhir tahun ini ada 12 ribu kampung KB yang didirikan di Indonesia. Selain itu pihaknya juga menargetkan di 100 kabupaten/kota, setiap kabupaten/kota memiliki minimal 10 desa stunting.

"Kita akan maksimalkan desa stunting atau gizi buruk akut di kampung-kampung kb Indonesia," ujar Sigit.

Sementara Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menambahkan, pihaknya terus menggalakkan program kb di Solo. Agar kampung kb ini berhasil maka pihaknya menerapkan sejumlah hal.

"Di antaranya sosialisasi progam KB agar keluarga yang merencanakan untuk berkeluarga, dapat terencana dengan baik," terangnya.

Ia pun menilai warga tergolong rentan miskin, miskin dan sangat miskin di Solo untuk didorong ikut program KB.

"Ini membantu keluarga terutama yang tidak mampu. Apabila tak didorong ke program kb maka jadi akan sangat miskin," urai Rudy.

Selain itu Pemkot juga akan terus menggalakkan program KB lewat puskesmas keliling untuk sosialisasi.

Lebih jauh menurutnya tingkat pertumbuhan di Solo saat ini lebih baik.

"Dulu 2005 saat saya jadi wawali, di Solo ada 450 ribu jiwa. Sekarang ada 560 ribu jiwa.

engendalian sudah lumayan tapi kita selalu sosualisasi bahwa program kb penting. Karena pengalaman saya dengan anak 5 itu sangat sulit, terutama pendidikan," ujar Rudy. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved