Pewarna Berbahan Limbah Mangrove, Kelompok Batik Mangunharjo Semarang Ekspor Produk ke Eropa

Melihat semangat masyarakat, dirinya pun berusaha mencarikan modal untuk rintisan usaha mereka.

Pewarna Berbahan Limbah Mangrove, Kelompok Batik Mangunharjo Semarang Ekspor Produk ke Eropa
TRIBUN JATENG/DENI SETIAWAN
Dosen FPIK Undip Dr Ir Delianis Prienggenies memperlihatkan contoh kain batik dan tenun dengan pewarna alami berbahan limbah mangrove, Kamis (8/11). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM - Kerap berkeliling ke berbagai daerah untuk menjalankan tugas penelitian bidang Bioteknologi Laut, membuat DR Ir Delianis Prienggenies makin mengagumi kekayaan alam Indonesia.

Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip itu mencoba menerapkan ilmu turunan bioteknologi.

Dia tertarik pada tanaman mangrove yang biasa tumbuh di pantai berguna untuk mencegah abrasi dan menghalau ombak di pesisir.

Di Kota Semarang, bakau atau Rhizophora itu banyak dijumpai di Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tugu.

“Saya kerapkali melihat limbah dari tanaman mangrove seperti daun, ranting, kulit, hingga batangnya terbuang percuma. Dikumpulkan kemudian dibakar oleh masyarakat di Mangunharjo. Dari situ saya berpikir bagaimana agar limbah itu bisa dimanfaatkan," kata DR Delianis, Kamis (8/11/2018) di Tembalang.

Baca: Ivan Gunawan Dipercaya Buatkan Gaun Batik untuk Putri Kerajaan Georgia Kristine Maria

Limbah mangrove itu kemudian ditelitinya. Hingga akhirnya menghasilkan pewarna alamiah.

Setelah diuji melalui laboratorium, ternyata warna yang dihasilkan dari limbah mangrove tahan lama dan tidak mudah luntur.

“Selain itu butiran-butiran sejenis pigment yang dihasilkan juga tidak mudah pecah. Ide awal sederhananya yakni saat meremas daun mangrove, warna tinta yang menempel di tangan tidak mudah hilang. Dari metode bioteknologi itu kemudian coba kami terapkan untuk batik,” terang dia saat ditemui Tribun Jateng di ruang kerjanya di Undip.

Doktor (S3) lulusan ITB tahun 2003 ini akui suka mengenakan pakaian batik.

Halaman
123
Penulis: deni setiawan
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved