300 Mahasiswa Psikologi USM Ikuti Kuliah Umum Mahasiswa dan Perubahan Sosial

Kegiatan yang diikuti 300 mahasiswa Psikologi ini menghadirkan narasumber Prof Koentjoro PhD dan Joona Silvia Neto Cerqueira Bastos.

300 Mahasiswa Psikologi USM Ikuti Kuliah Umum Mahasiswa dan Perubahan Sosial
IST
Joona Silvia Neto Cerqueira Bastos menyampaikan materi pada kuliah umum Fakultas Psikologi USM di Auditorium Ir Widjatmoko 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perkembangan teknologi dan industri yang semakin pesat harus diikuti ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengikuti perubahan pada era Revolusi Industri 4.0.

Tentu hal tersebut harus diawali dari mahasiswa.

Hal ini yang disampaikan oleh Anna Dian Savitri, Ketua Panitia Kuliah Umum Fakultas Psikologi Universitas Semarang (USM) yang bertajuk Mahasiswa dan Perubahan Sosial Era Revolusi Industri 4.0 di Auditorium Ir Widjatmoko, beberapa waktu lalu.

Kegiatan yang diikuti 300 mahasiswa Psikologi ini menghadirkan dua narasumber kompeten, Prof Koentjoro PhD, Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dan Joona Silvia Neto Cerqueira Bastos dari Universidade do Minho, Braga Portugal.

Dalam sambutannya, Anna menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini akan dikupas peran mahasiswa, yang bisa disumbangkan untuk kontribusi bangsa.

Terlebih mahasiswa dianggap sebagai generasi muda yang cerdas dan berkarakter.

“Jangan menjadi mahasiswa yang kuper tapi teruslah belajar dan membuka diri dengan perkembangan wawasan saat ini khususnya di era perubahan ke arah Revolusi Industri 4.0 ini sehingga ilmu yang didapat tidak melulu itu-itu aja tapi juga mengikuti perkembangan zaman” tegas Anna dalam rilis kepada Tribunjateng.com.

“Melalui kegiatan ini kami mengupayakan Fakultas Psikologi USM yang mengawali terwujudnya mahasiswa yang siap dalam menghadapi perubahan” tambahnya.

Dalam materi yang disampaikan oleh Koentjoro, disampaikan bahwa mahasiswa harus siap menghadapi perubahan sosial era industri 4.0.

Di antaranya dengan terus mengembangkan diri, diawali dengan menghargai diri sendiri dan mengembangkan pola pikir, emosi, dan karsa yang tepat.

Diharapkan mahasiswa memiliki kemampuan dalam mengantisipasi serta meramalkan kebutuhan dan perkembangan di masa depan sehingga mahasiswa selalu siap jika dihadapkan dengan fenomena perubahan-perubahan sosial.

Koentjoro memberikan beberapa tips strategi dalam menghadapi era digital.

Di antaranya komitmen peningkatan investasi di pengembangan digital skills, selalu mencoba dan menerapkan prototype teknologi terbaru learn by doing, menggali bentuk kolaborasi baru bagi model sertifikasi atau pedidikan dalam ranah peningkatan digital skill, dilakukannya kolaborasi antara dunia industri, akademisi, dan masyarakat untuk mengidentifikasi permintaan dan ketersediaan skill bagi era digital di masa depan, serta menyusun kurikulum pendidikan yang telah memasukkan materi terkait human-digital-skill. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved