Dua Warga Negara Jepang Jadi Relawan Penanaman Mangrove di Pekalongan, Rela Digigit Nyamuk

Keduanya baru datang ke Pekalongan dan akan tinggal selama tiga bulan kedepan dengan misi menghijaukan pesisir Kota Batik.

Dua Warga Negara Jepang Jadi Relawan Penanaman Mangrove di Pekalongan, Rela Digigit Nyamuk
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Penanaman mangrove di Hutan Mangrove Kota Pekalongan oleh jajaran Hotel Santika, Sabtu (10/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Santoso

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Dua warga Jepang yang tergabung dalam relawan Great Pekalongan ikuti penanaman mangrove bersama jajaran Hotel Santika Kota Pekalongan.

Kedua warga Jepang bernama Shinji ishiyama (22) dan Yu Shinozaki (21) terlihat sangat antusias mengikutin acara yang diadakan di Hutan Mangrove Kota Pekalongan tersebut.

Keduanya baru datang ke Pekalongan dan akan tinggal selama tiga bulan kedepan dengan misi menghijaukan pesisir Kota Batik.

Walaupun keduanya sempat kaget dengan panasnya cuaca dan banyaknya nyamuk di pesisir Kota Pekalongan, tepatnya di Kecamatan Pekalongan Utara.

Namun Shinji dan Yu tetap takjub dengan ramahnya warga Kota Batik.

"Awalnya saya kaget karena kulit saya selalu digigit nyamuk setiap malam yang menyebabkan kulit saya merah-merah. Selain itu cuaca di sini sangat panas ketika siang hari," papar Yu, Sabtu (10/11/2018).

Baca: Pewarna Berbahan Limbah Mangrove, Kelompok Batik Mangunharjo Semarang Ekspor Produk ke Eropa

Sementara itu, Shinji menuturkan panasnya siang hari di Kota Pekalongan membuatnya senang karena membuat kulitnya berwarna coklat.

"Saya suka sekali, tidak perlu berjemur kulit saya sudah berwarna coklat karena panas matahari," katanya.

Selain itu, keduanya menambahkan kegiatan penghijauan yang digelar oleh Hotel Santika sangat ia dukung.

"Perubahan iklim harus segera dicarikan solusi, satu di antaranya dengan menanam pohon mangrove karena peran mangrove selain mengatasi abrasi juga menjaga mengatasi pemanasan global. Kegiatan semacam ini yang kami harapkan, walaupun kami hanya di Pekalongan selama tiga bulan tapi, kami akan berusaha menghijaukan daerah pesisir," tuturnya.

Sementara itu Agung Cahyono Ketua Pantia acara penanaman mangrove dari Hotel Santika menjelaskan, penanaman mangrove merupakan bentuk kepedulian lingkungan dari Hotel Santika.

"Acara ini untuk menyambut hari jadi Hotel Santika ke tiga, karena Kota Pekalongan kerap dilanda rob terutama di pesisir, untuk itu kami melakukan penanaman pohon mangrove, dengan harapan mangrove bisa tumbuh dan melindungi daerah pesisir," tambahnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved