Hari Pahlawan, Honda Ajak Biker Vario Jelajahi Bangunan Bersejarah Semarang hingga Ambarawa

Pos ketiga terletak di tempat peringatan pertempuran para pejuang kemerdekaan melawan tentara Gurkha atau Sekutu.

Hari Pahlawan, Honda Ajak Biker Vario Jelajahi Bangunan Bersejarah Semarang hingga Ambarawa
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Saat para Biker Honda memulai Amazing Race di Kantor Astra Motor Jateng, Jalan Gajahmada No 88, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Reza Gustav

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebanyak 25 orang bikers yang tergabung dalam komunitas Honda Vario Semarang, Vario Kendal dan Vario Rider Club Demak mengikuti kegiatan Amazing Race mulai Semarang hingga Ambarawa, hari ini, Sabtu (10/11/2018).

Kegiatan itu digelar dalam rangka mengapresiasi para pejuang sekaligus memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada hari ini juga.

Pada kegiatan itu, bikers diajak menelusuri jejak-jejak sejarah yang ada di Semarang, Ungaran dan Ambarawa.

Jejak-jejak sejarah itu meliputi Gedung Sarekat Islam (Semarang), Benteng Port Willem II (Ungaran), Monumen Palagan Ambarawa (Ambarawa), dan Benteng Pendem/Port Willem I (Ambarawa) menggunakan motor Honda Vario kesayangan mereka.

Yohanes Kurniawan selaku Region Head Astra Motor Jateng menuturkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan dan bertepatan dengan adanya perhelatan akbar milik komunitas Vario di Ambarawa yaitu Jambore Nasional Paguyuban Vario Nusantara ke-VIII.

“Sejarah kadang membuat kita takut atau malas untuk belajar, maka dengan adanya kegiatan Amazing Race ini kami coba kemas edukasi sejarah dengan cara yang unik dan menyenangkan dan cocok dengan para bikers Honda,” tutur Kurniawan.

Baca: All New Honda Brio Promo Khusus Bagi Dosen, Guru, Pelajar dan Honda Loyalis

Kegiatan Amazing Race ini dimulai dari kantor Main Dealer Astra Motor Jateng.

Di sini, para peserta Amazing Race juga mendapatkan pengarahan mengenai safety riding dan petunjuk pertama yang mengarahkan komunitas menuju pos satu yaitu di Gedung Sarekat Islam (SI).

Sebagai informasi, berdasarkan rilis yang diterima Tribunjateng.com, gedung SI merupakan saksi pergerakan nasional yang dibangun menggunakan dana kolektif hasil dari iuran-iuran anggota SI dan iuran-iuran masyarakat umum, tanpa memandang profesi, ideologi, agama, maupun etnis.

Halaman
123
Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: suharno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved