Jokowi Sebut Politikus Genderuwo, Fadli Zon: Tanda Kepanikan

Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon menilai pernyataan Presiden Jokowi soal politikus Genderuwo adalah bentuk kepanikan.

Jokowi Sebut Politikus Genderuwo, Fadli Zon: Tanda Kepanikan
kolase TribunJateng
Presiden Jokowi (kiri), Fadli Zon (kanan) 

TRIBUNJATENG.COM- Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon menilai pernyataan Presiden Jokowi soal politikus Genderuwo adalah bentuk kepanikan.

TribunJateng.com, melansir dari akun Youtube Talkshow tvOne dengan tema Sontoloyo-Genderuwo, Jokowi Sindir Siapa? Apa Kabar Indonesia Malam dengan judul Kamis (9/11/18).

Mulanya, Aria Bima selaku Timses Jokowi-Maruf Amin menanggapi bahwa saat ini adalah tahun politik.

Sehingga menurutnya, iklim saat ini masif terlebih mendekati pileg dan pilpres sehingga rangkaian kegiatan untuk mencari dukungan.

"kalau saat ini ada persaingan politik, sehingga menurut saya biasa, wajar, dan kesepakatan kita kegiatan 5 tahunan, ada yang mengantikan Aria Bima, saat ini pileg dan ditambahi dengan pilpres," ujarnya.

Aria Bima menilai bahwa saat ini media nasional berarmoa pilpres sangat kencang sementara di masyarakat aroma pilegnya juga kencang.

Baca: Kuliner Semarang - Ayam Panggang Lombok Cengis, Bumbu Rempahnya Merasuk hingga ke Tulang

Baca: Reaksi Mulan Jameela Saat Ditanya Tentang Pernikahan Maia Estianty dan Irwan Mussry

Baca: Besok Karnaval Herbal Bejo Tribun Jateng di Depan Gubernuran Semarang, Banyak Jajanan Tradisional!

Baca: Kisah 3 Pahlawan yang Berjuang dan Gugur di Usia ABG, Generasi Milenial Bisa Belajar dari Mereka

Terkait politik Genderuwo yang dilontarkan Presiden Jokowi, Aria Bima enggan menyebut utnuk siapa kata itu dilontarkan.

"kalau disampaiakn Presiden saat ini suasana politik Genderuwo, jika disandingkan dengan politik bidadari menampilkan kesejukan cantik yang nemapilkan keteduhan, saya tidak membahas siapa yang dituju, tapi saya seluruh politisi mendapatkan media membawa kesejukan masyarakat," ujar Aria Bima.

Sementara itu, fadli Zon mengaku tidak tersindir dengan pernyataan Jokowi terkait politik Genderuwo.

"Justru saya kasihan dengan Pak Jokowi akrena pilihan katanya semakin tidak terkontrol, beberapa waktu lalu berbicara politik kebohongan, terus Sontoloyo, sekarang ada politik Genderuwo, saya nggak tahu apakah ini keceplosan atau bukan, kan bahasa itu menunjukkan peradaban ya, jadi saya lihat bahasa belia mewakili peradaban dia, kalau saya melihat sisi politik, ini tanda-tanda kepanikan, mungkin menghadapi situasi yang tidak terkontrol, sehingga bahasa beliau berbeda dengan diucakpan, di satu sisi ingin menciptakan suasana yang menggembirakan tapi di satu sisi menakut-nakuti," ujar Fadli Zon.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Ardianti Woro Seto
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved