Mahasiswa Dituntut Miliki Ketrampilan Khusus Hadapi Era Millenial

Mahasiswa masa kini ditutut harus memiliki ketrampilan khusus jika tak ingin kalah saing dalam era industri millenial seperti sekarang ini.

Mahasiswa Dituntut Miliki Ketrampilan Khusus Hadapi Era Millenial
hermawan endra
Alumni Mengajar 3rd di auditorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Dipenogor (Undip), Kamis (8/11). 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Mahasiswa masa kini ditutut harus memiliki ketrampilan khusus jika tak ingin kalah saing dalam era industri millenial seperti sekarang ini. Demikian disampaikan Komisaris Pelindo III, Heddy Lugito saat acara Alumni Mengajar 3rd di auditorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Dipenogor (Undip), Kamis (8/11).

Menurutnya persaingan dunia kerja sekarang ini sangat ketat karena setiap orang belajar di ladang yang sama yaitu internet. Oleh sebab jika ingin menonjol atau memiliki poin lebih dibanding yang lain, maka seseorang perlu mendalami keahliannya secara spesifik atau mandalam.

“Lulusan sarjana tidak cukup, kalau setelah wisuda mereka tidak mendalami ilmu secara lebih mendalam maka akan mudah terlindas. Maka harus mendalami ilmunya dengan cara rajin mengikuti workshop atau seminar di berbagai tempat untuk memperkaya keahlian,” kata Heddy Lugito.

Acara bertemakan peluang kerja dan bisnis era millennial ini dimoneratori oleh Dr Abdul Syakur dan disaksikan ratusan mahasiswa Undip dari berbagai jurusan. Selain Heddy Lugito, hadir juga dua narasumber lain yaitu pengusaha,  Abdul Kadir Karding dan Ketua Umum DPP IKA FIB Undip, Agustina Wilujeng.

Abdul Kadir berpendapat, selama 1999-2020 ini Indonesia mendapatkan bonus demografi. Ditandai dengan membludaknya usia produktif dengan persentase mencapai 39 persen dari jumlah penduduk. Hal ini bisa menjadi boomerang bagi perekonomian nasional jika tidak dikelola dengan baik.

Kebijakan yang dibuat harus selaras dan memberi mereka ruang menyesuaikan dengan kebutuhan generasi millennial. Pemerintah harus mendorong internet murah dan mudah atau bahkan gratis. Selain itu, infrastruktur digital harus disiapkan.

“Kemuidan negara harus membantu akases modal. Serta menyiapkan kebutuhan dalam hal mengembangkan diri seperti pelatihan dan diskusi berkaitan dengan tema-tema tertentu,” ujarnya.

Hanya saja ia berpesan, khususnya kepada generasi milenial untuk tetap memegang teguh budaya Indonesia. Artinya karakter milenial yang tidak sesuai budaya Indonesia seperti oportunis, seenaknya sendiri, sebisa mungkin diubah menjadi perilaku baik penuh sopan santun.

“Ambil yang positifnya aja seperti generasi milenial itu kreatif, produktif,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: hermawan Endra
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved