Mengapa Korban Pemerkosaan Tidak Melawan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Fenomena kelumpuhan sementara yang menyerang korban pemerkosaan sudah tercatat sejak beberapa dekade lalu.

Mengapa Korban Pemerkosaan Tidak Melawan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Ilustrasi pemerkosaan. 

TRIBUNJATENG.COM - Banyak orang berpikiran, kenapa korban pemerkosaan cenderung disebut tidak melawan pada pelaku. 

Pendapat-pendapat tajam ini sering sekali dilayangkan oleh masyarakat umum kepada seorang korban serta penyintas kasus pemerkosaan.

Komentar seperti ini bisa muncul karena pada dasarnya banyak orang belum paham apa yang terjadi dalam benak dan tubuh seorang korban ketika pemerkosaan terjadi.

Untuk memahami mengapa banyak korban pemerkosaan tidak mampu melawan balik pelaku dan menghentikan serangannya, ternyata ada penjelasan yang didapat dari penelitian, yakni rasa takut yang membuat seseorang menjadi lumpuh.

Fenomena kelumpuhan sementara yang menyerang korban pemerkosaan sudah tercatat sejak beberapa dekade lalu.

Namun, memang baru-baru ini saja penelitian seputar reaksi korban pemerkosaan terhadap situasi ekstrem tersebut mendapat lebih banyak sorotan.

Dalam sebuah penelitian dalam jurnal Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica (AOGS) tahun 2017, para ahli mencatat bahwa 70 persen korban perkosaan mengalami sensasi seolah seluruh tubuhnya lumpuh.

Akibatnya, mereka pun tak mampu bergerak, apalagi untuk melawan serangan pelaku.

Sensasi kelumpuhan sementara yang terjadi pada korban pemerkosaan dikenal dengan istilah “tonic immobility”.

Reaksi fisik ini sangat mirip dengan reaksi seekor hewan mangsa yang diserang oleh predator.

Halaman
123
Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved