16 Nelayan Asal Aceh Ditahan Angkatan Laut Myanmar

Sejumlah 16 nelayan asal Aceh Timur dilaporkan ditahan oleh Angkatan Laut (AL) Myanmar

16 Nelayan Asal Aceh Ditahan Angkatan Laut Myanmar
ANTARA FOTO/Ampelsa/ed/ama/14
Nelayan mengevakuasi barang-barang kebutuhan melaut saat kapal mereka kandas diterjang badai dan ombak besar di muara Sungai Kuala Lampulo, Banda Aceh, Selasa (16/9). Kapal nelayan itu diterjang angin kencang dan ombak besar saat memasuki muara pelabuhan, sedangkan belasan nelayan berhasil selamat berenang ke tepian. 

TRIBUNJATENG.COM, BANDA ACEH - Sejumlah 16 nelayan asal Aceh Timur dilaporkan ditahan oleh Angkatan Laut (AL) Myanmar di Kota Kawthaung, Provinsi Thanintharyi, berjarak sekitar 850 km Yangon, Myanmar.

Informasi sementara yang diterima pihak KBRI Yangon, penahanan nelayan Indonesia asal Aceh yang menggunakan KM Bintang Jasa tersebut karena masalah imigrasi.

Laporan awal dari pihak keluarga menyebutkan, ke-16 nelayan asal Idi Rayeuk, Aceh Timur yang menggunakan KM Bintang Jasa tersebut berangkat melaut dari Kuala Idi pada 29 Oktober 2018.

Pada 6 November 2018, pukul 08.00 WIB, Panglima Laot Lhok Idi menerima kontak dari ABK Bintang Jasa yang menyebutkan mereka ditangkap di wilayah perbatasan antara Myanmar-Thailand oleh orang berbaju loreng dan bersenjata.

Namun tidak diketahui bendera kapal penangkap.

"Setelah laporan penangkapan itu tak ada lagi kontak yang berhasil terhubung," kata Sekjen Panglima Laot Aceh, Oemardi menjawab Serambi, Sabtu (10/11/2018).

Menurut Oemardi, menindaklanjuti laporan penangkapan ABK Bintang Jasa asal Aceh Timur, pihaknya langsung menyurati Menteri Luar Negeri, Menteri Kelautan dan Perikanan, Duta Besar Indonesia di Myanmar, dan Duta Besar Indonesia di Thailand.

Surat dari Panglima Laot Aceh meminta bantuan advokasi Kemenlu dan KBRI terkait untuk memastikan keberadaan nelayan tersebut serta memohon pendampingan hukum kepada mereka.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah melalui Kepala Dinas Sosial Alhudri mengatakan, pihaknya akan segera memberikan penanganan terhadap 16 nelayan asal Aceh Timur tersebut setelah proses bantuan advokasi yang tengah dilakukan oleh pihak KBRI Yangon.

"Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial akan segera memberikan bantuan sosial kepada nelayan itu setelah proses imigrasinya selesai ditangani oleh KBRI, seperti proses pemulangan nelayan akan kami fasilitasi. Sementara untuk armada boat itu akan ditangani DKP," kata Alhudri sebagaimana dilansir Kompas.com.

Halaman
12
Editor: m nur huda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved