16 Nelayan Asal Aceh Ditahan Angkatan Laut Myanmar

Sejumlah 16 nelayan asal Aceh Timur dilaporkan ditahan oleh Angkatan Laut (AL) Myanmar

16 Nelayan Asal Aceh Ditahan Angkatan Laut Myanmar
ANTARA FOTO/Ampelsa/ed/ama/14
Nelayan mengevakuasi barang-barang kebutuhan melaut saat kapal mereka kandas diterjang badai dan ombak besar di muara Sungai Kuala Lampulo, Banda Aceh, Selasa (16/9). Kapal nelayan itu diterjang angin kencang dan ombak besar saat memasuki muara pelabuhan, sedangkan belasan nelayan berhasil selamat berenang ke tepian. 

Menurut Oemardi, laporan penangkapan nelayan asal Aceh Timur tersebut sudah ditindaklanjuti oleh pihak KBRI Myanmar di Yangon.

Dalam suratnya yang diterima Panglima Laot Aceh, pihak KBRI Yangon menjelaskan pada 7 November 2018 mendapat kabar kapal ikan berbendera Indonesia dengan 16 ABK ditahan otoritas Myanmar di Kawthaung, Provinsi Tanintharyi, Myanmarbagian selatan berjarak sekitar 850 km dari Yangon.

Penahanan kapal sejauh ini karena masalah imigrasi (masuk ke perairan Myanmar tanpa izin). 

Sedangkan dugaan adanya seorang ABK meninggal masih simpang siur dan belum dapat dikonfirmasi oleh otoritas Myanmar.

Juga dijelaskan, KBRI Yangon telah melakukan komunikasi dengan Kepala Polair Kawthaung, yang membenarkan penahanan kapal dan awaknya namun belum memberikan informasi secara detail.

Ke-16 ABK ditahan di Kantor Polisi Kawthaung.

KBRI juga melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian Laut dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Myanmar untuk mendapatkan akses kekonsuleran.

Pada Jumat, 9 November 2018 KBRI telah menyampaikan nota verbal ke Kemlu Myanmar.

Sambil menunggu konfirmasi dari Kemlu Myanmar, pada Sabtu kemarin pihak KBRI Yangon dilaporkan berangkat ke Kota Kawthaung melalui jalan darat dengan waktu tempuh sekitar 21 jam dan dijadwalkan bertemu dengan nelayan asal Aceh tersebut pada Sabtu sore kemarin.

"Perjalanan darat terpaksa dilakukan pihak KBRI karena tiket pesawat ke daerah tujuan wisata di Myanmar termasuk Kawthaung sudah habis terjual karena sedang puncak musim liburan," kata Oemardi mengutip laporan yang diterimanya.(nas/zb/c49)

Editor: m nur huda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved