Hujan Lebat, Wali Kota Hendi Tetap Nonton Keroncong Sambil Bawa Payung

Semarang International Keroncong Festival (IKF) 2018 telah digelar di Taman Indonesia Kaya, Semarang, Jawa Tengah

Hujan Lebat, Wali Kota Hendi Tetap Nonton Keroncong Sambil Bawa Payung
Istimewa
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) bersama jajarannya menonton Semarang International Keroncong Festival (IKF) 2018 telah digelar di Taman Indonesia Kaya, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/11/2018) semalam. Mereka tampak menonton menggunakan payung lantaran sedang hujan lebat.  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Reza Gustav

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Semarang International Keroncong Festival (IKF) 2018 telah digelar di Taman Indonesia Kaya, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/11/2018) semalam.

Acara yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang itu diisi oleh para seniman keroncong lokal, nasional hingga internasional.

Beberapa di antaranya ada Intan Soekotjo, Orkes Gita Mahardika, James Chu, Sundari Soekotjo, Gongrock 17, Ayu Rengganis, OK Bintang Surakarta, Syafiee Obe dan lain-lain.

Saat berlangsungnya acara, tepatnya ketika Intan Soekotjo yang membawakan lagu ‘Gambang Semarang’, tiba-tiba hujan turun lebat mengguyur Kota Semarang termasuk kawasan Taman Indonesia Kaya.

Hal ini membuat sebagian besar penonton kalang kabut meninggalkan area depan panggung outdoor mencari tempat berteduh.

Meskipun begitu, masih ada sebagian lain yang tetap rela menonton pertunjukan keroncong itu.

Terlihat ada yang membawa payung dan ada juga yang rela kehujanan tanpa menggunakan payung.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) yang pada malam itu turut hadir pun menjadi salah satu yang rela tidak meninggalkan panggung alias tetap menyaksikan penampilan Intan Soekotjo.

Tampak Hendi bersama jajarannya masih menikmati suasana lagu keroncong ‘Gambang Semarang’ itu sambil menggunakan payung tepat di depan panggung.

Namun, setelah berjalannya waktu, hujan semakin lebat disertai angin yang semakin kencang membuat air hujan pun masuk ke panggung.

Penampilan pun terpaksa dihentikan sementara.

Meskipun begitu, antusiasme penonton tetap terlihat lantaran mereka mengikuti kembalinya acara hingga selesai.

“Hujan ini adalah faktor alam, mana bisa kita melawannya gitu ya. Alam adalah salah satu kekuatan Allah SWT, kalau sudah waktunya hujan ya hujan saja,” tutur Hendi kepada Tribunjateng.com di lokasi acara.

“Kita harus mengambil hikmah dari hal ini. Artinya, ke depan harus ada yg perlu di-prepare atau dipersiapkan pada saat ada kegiatan outdoor di musim hujan, misalnya ada tenda atau pelaksanaannya selain malam hari,” pungkasnya. (rez)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved