KPU Boyolali Tetapkan 810.977 DPTHP-2 Hasil Perbaikan untuk Pemilu 2019

Kabupaten Boyolali memiliki DPTHP-2 sebanyak 810.977 jiwa. Jumlah tersebut dapat menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019 mendatang.

KPU Boyolali Tetapkan 810.977 DPTHP-2 Hasil Perbaikan untuk Pemilu 2019
ISTIMEWA
Kabupaten Boyolali memiliki DPTHP-2 sebanyak 810.977 jiwa. Jumlah tersebut dapat menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019 mendatang. 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali selesai melakukan Rekapitulasi dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019.

Berdasarkan penetapan KPU, Kabupaten Boyolali memiliki DPTHP-2 sebanyak 810.977 jiwa. Jumlah tersebut dapat menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019 mendatang.

Penetapan tersebut sesuai dengan hasil rapat pleno terbuka penetapan DPTHP-2 Pemilu Tahun 2019 di ruang pertemuan Front One Hotel Airport; Kecamatan Ngemplak, pada Senin (12/11).

Anggota Komisioner KPU Kabupaten Boyolali Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Pardiman menjelaskan bahwa berdasarkan penghitungan kembali, Kabupaten Boyolali kini memiliki DPTHP sebanyak 810.977 jiwa.

“Sehingga Kabupaten Boyolali dari 19 kecamatan yang terdiri 267 desa/kelurahan dengan TPS (Tempat Pemungutan Suara) sebanyak 3.189 memiliki jumlah pemilih laki laki 402.242 jiwa dan pemilih perempuan ada 408.735 jiwa. Sehingga jumlah DPTHP-2 Kabupaten Boyolali sebanyak 810.977 jiwa,” terangnya.

Disinggung mengenai jumlah DPTHP-2 yang bertambah dari jumlah semula, bahwa peningkatan jumlah pemilih di Boyolali ini sangat luar biasa.

Sedikitnya ada 31.258 pemilih baru yang masuk dalam DPTHP 2 dimana pemilih baru ini kebanyakan merupakan pemilih pemula.

“Kemudian ada juga pemilih yang berasal dari alih status. Contohnya Purnawirawan TNI/Polri yang sudah memiliki hak pilih,” ujarnya.

Lebih lanjut, peningkatan jumlah pemilih ini tidak lepas dari gerakan lindungi Hak Pilih yang dilakukan oleh KPU Boyolali beberapa waktu lalu, sehingga masyarakat yang belum terdaftar dapat melakukan pencermatan penggunaan hak pilih.

Meskipun terjadi peningkatan jumlah pemilih, namun hal tersebut tak menambah jumlah TPS karena sudah ditetapkan 300 pemilih disetiap TPS.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Boyolali, Taryono mengatakan masih akan terus melakukan pencermatan terhadap DPTHP-2 sampai mendekati pelaksanaan pencoblosan Pemilu 2019 mendatang.

“Jangan sampai terjadi kegandaan jumlah pemilih,” imbuh Taryono.(*)

Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved