Fenomena Pasar Rakyat Bagian dari Tradisi Sekatenan, Jangan Jadi 'Modern'

Pasar tersebut terdiri dari ratusan masyarakat yang berjualan di sekitar Keraton Solo, alun-alun hingga di dalam Masjid Agung Solo

Fenomena Pasar Rakyat Bagian dari Tradisi Sekatenan, Jangan Jadi 'Modern'
Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti
Spot pasar rakyat Sekatenan di Masjid Agung Solo, Selasa (13/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pemandangan di setiap tradisi Sekatenan di Solo, adalah adanya pasar rakyat. Pasar tersebut terdiri dari ratusan masyarakat yang berjualan di sekitar Keraton Solo, alun-alun hingga di dalam Masjid Agung Solo.

Mereka berjualan aneka macam barang, semisal pakaian, hingga mainan anak dan jajanan desa.

Seorang pedagang pasar rakyat Sekatenan yang berada di kawasan Masjid Agung Solo, Rahmat (42), mengaku sejak lama ikut berjualan saat ada pasar rakyat sekaten. Tahun sebelum-sebelumnya ia berjualan buah-buahan dan makanan. Untuk tahun ini ia dan keluarga berjualan telur gulung dan minuman ringan.

"Berjualan di kegiatan ini bisa mendapatkan rezeki," ujarnya, Selasa (13/11/2018).

Disinggung terkait berapa nominal yang harus dikeluarkan untuk menyewa tempat di pasar rakyat Sekatenan, ia tak menjawabnya secara rinci. Hanya saja ia mengaku berdasar tahun-tahun sebelumnya, untung dari berjualan di pasar rakyat bisa menutupi biaya sewa.

"Karena biasanya yang datang banyak. Bahkan saat puncak Sekaten nanti banyak turis mancanegara yang datang dan kadang-kadang jajan," ujarnya.

Pengageng Parentah Keraton Solo, GPH Dipokusumo menerangkan, fenomena adanya pasar rakyat memang ada sejak dahulu.

Ia berharap, pasar rakyat itu tetap mengacu tradisi Keraton. Artinya tak tersentuh modernisme.

"Karena esensi dari pasar rakyat ini adalah prosesi jual beli dari rakyat dan untuk rakyat. Kalau bisa, pakai tradisi tradisional jangan menjadi modern," paparnya, Selasa (13/11/2018).

Halaman
12
Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved