TMMD Kodim 0724/Boyolali Aspal Jalan Sepanjang 1.045 Meter di Desa Kadipaten

Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap III tahun 2018 di wilayah Kodim 0724/Boyolali resmi ditutup.

TMMD Kodim 0724/Boyolali Aspal Jalan Sepanjang 1.045 Meter di Desa Kadipaten
Istimewa
Anak-anak bermain di jalan yang menghubungkan Desa Kadipaten di Kecamatan Andong bagian utara dengan Desa Klewor, Kecamatan Kemusu. 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap III tahun 2018 di wilayah Kodim 0724/Boyolali resmi ditutup Selasa (13/11/2018).

Kegiatan ini ditutup melalui upacara penutupan dengan inspektur upacara Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali Letkol Kav Herman Taryaman di Lapangan Desa Kadipaten; Kecamatan Andong.

Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Mulyono yang dibacakan Dandim mengatakan bahwa gotong royong merupakan nilai luhur budaya bangsa yang harus digelorakan di tengah masyarakat karena budaya bangsa berupa gotong royong kini mulai memudar.

"TNI prihatin dengan pudarnya gotong royong di tengah bangsa Indonesia. Oleh karena itulah semoga kegiatan TMMD ini bisa memancing rasa gotong royong kembali," katanya.

Baca: 1.060 Tabung LPG 3 Kg Bersubsidi Disalahgunakan Pengusaha Rumah Makan di Boyolali

Ditambahkan pula, program TMMD ini juga sejalan dengan visi pemerintah pusat yang membangun Indonesia dari pinggiran yaitu dengan cara membantu desa yang belum tersentuh pembangunan secara merata.

"Membangun Indonesia dari pinggiran itulah yang coba kami terjemahkan dan sesuai dengan visi pemerintah pusat," ungkap Dandim.

Dalam program TMMD ini memiliki sasaran fisik betonisasi jalan sepanjang 1.045 meter, lebar empat meter, tebal 12 sentimeter.

Jalan yang menghubungkan Desa Kadipaten di Kecamatan Andong bagian utara dengan Desa Klewor; Kecamatan Kemusu bagian selatan ini dialokasikan anggaran sebesar Rp 441.869.000.

Jumlah tersebut berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 130 juta dan APBD Kabupaten Boyolali sebesar Rp 266.673.000 dan swadaya masyarakat sebesar Rp 45.196.000.

Baca: 371 Tangki Air Berhasil Didistribusikan Selama Musim Kemarau di Boyolali

Selain betonisasi jalan, anggaran tersebut dipergunakan untuk kegiatan fisik lainnya yakni rehab rumah tidak layak huni sebanyak 10 unit.

Tidak hanya sasaran fisik, program TMMD juga melakukan kegiatan non fisik dengan kegiatan penyuluhan selama tiga kali dengan berbagai materi dari instasnis/OPD terkait.

Selama penutupan TMMD ini, terdapat pasar murah dan posko pemeriksaan kesehatan di depan Kantor Kepala Desa setempat. (*)

Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved