Forkommas Soroti Proses Lelang Bangunan RSUD KRMT Wongsonegoro

Forum Ormas dan LSM Semarang (Forkommas) menyoroti proses lelang bangunan dilingkungan RSUD KRMT Wongsonegoro, atau yang lebih dikenal RSUD Ketileng

Forkommas Soroti Proses Lelang Bangunan RSUD KRMT Wongsonegoro
TRIBUN JATENG/F ARIEL SETIAPUTRA
RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, Jawa Tengah 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Forum Ormas dan LSM Semarang (Forkommas) menyoroti proses lelang bangunan dilingkungan RSUD KRMT Wongsonegoro, atau yang lebih dikenal RSUD Ketileng Semarang.

Koordinator Forkommas, Eva Pras Sujito, mengingatkan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) Semarang, untuk berhati-hati dalam menentukan dan mengumumkan pemenang lelang proyek tersebut.

"Harus berhati-hati dalam menentukan dan menetapkan pemenang lelang, jangan sampai harga terendah ditetapkan sebagai pemenang lelang, karena kami menilai bahwa penawaran terendah itu tidak wajar," katanya, Kamis (15/11/2018)

Dalam proses lelang proyek RSUD Ketileng tersebut, harga yang ditawarkan pihak pemenang lelang PT Sinar Cerah Sempurna (SCS) tidak wajar.

"Turunnya 18 persen dari angka Rp 118 miliar menjadi Rp 19 miliar. Apalagi ini, merupakan pekerjaan struktural sampai ke finising. Nilai dari kualitasnya harus hati-hati, karena ini bangunan dari fasilitas umum," katanya.

Oleh karenanya, Eva berharap hasil serta fasilitas bangunan yang dikerjakan itu bagus, jangan sampai biaya rendah, kualitas bangunan juga tidak sesuai spesifikasi.

"Anggaran tidak terserap secara sempurna sesuai APBD yang telah ditetapkan, lalu, apakah pihak ULP sudah menilai PT SCS memiliki kualitas tinggi, khususnya soal track record?" ungkapnya.

Bahkan, Forkommas mencatat, beberapa proyek bangunan yang dimenangkan, misalnya proyek Pasar Johar, Pasar Kanjengan dan proyek lainnya mengalami keterlambatan.

"Sehingga banyak proyek yang diputus oleh pemerintah, maka dari itu, kami khawatirkan proyek RSUD Ketileng Semarang pun akan terbengkalai. Apalagi, kami mencium adanya oknum politikus yang mengatur proses tersebut," kata Eva.(hei)

Penulis: hesty imaniar
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved