Teliti Ketoprak Pati, Sucipto Hadi Purnomo Raih Gelar Doktor Pendidikan Seni Unnes

Penelitian Ketoprak ini membuat dosen jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang itu memperoleh nilai A

Teliti Ketoprak Pati, Sucipto Hadi Purnomo Raih Gelar Doktor Pendidikan Seni Unnes
tribunjateng/bare kingkin kinamu
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mementaskan Ketoprak untuk menyampaikan kisah mengenai kepekaan terhadap ibu yang hamil. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Melalui disertasi berjudul Penggarapan Lakon Ketoprak Pati; Dinamika Dramaturgi dalam Respons Seniman, Penggarap, dan Penonton, Sucipto Hadi Purnomo meraih gelar Doktor (S3) Pendidikan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jumat (16/11/2018).

Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes itu memperoleh nilai A atau sangat memuaskan.

Adapun indeks prestasi komulatif (IPK) yang diperoleh adalah 3,88.

Dari raihan itu, dia merupakan Doktor ke 419 Unnes atau ke 35 pada Program Studi (Prodi) Pendidikan Seni Pascasarjana Unnes.

Dari pemaparan yang disampaikan di hadapan para penguji di Ruang B 106 Pascasarjana Unnes Jalan Kelud Utara III Kota Semarang itu, Sucipto menilai jika Ketoprak Pati dapat dicontoh oleh daerah lain dalam menghidupkan atau melanggengkan seni tradisi.

“Bisa hidup tidaknya suatu seni tradisi, terutama kethoprak secara tidak langsung ditentukan 3 unsur yakni seniman atau si pemilik termasuk juga pemainnya, penanggap, serta penontonnya. Ketiga hal tersebut saling terkait, tidak bisa dipisahkan,” tuturnya kepada Tribunjateng.com, Jumat (16/11/2018).

Baca: Unnes Kembali Gelar Festival Ketoprak Gaul, Catat Waktunya

Agar ketoprak itu tetap hidup, menurutnya adalah hal mutlak adanya regenerasi.

Kelompok ketoprak itu bisa dikatakan laku ditanggap serta ditonton melalui usaha serius meregeneras itu.

“Karena itu kami contohkan di Kabupaten Pati dimana hingga saat ini masih ada puluhan kelompok seni kethoprak yang hidup. Bahkan setidaknya ada tiga kelompok yang menjadi panutan kelompok lainnya,” tutur Sucipto.

Halaman
12
Penulis: deni setiawan
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved