Rektor Unika Ungkap Dampak New Southbound Policy Yang Diluncurkan Pemerintah Taiwan

Satu di antara perguruan tinggi yang merasakan dampak positif sistem New Southbound Policy (NSP) adalah Unika Soegijapranata Semarang.

Rektor Unika Ungkap Dampak New Southbound Policy Yang Diluncurkan Pemerintah Taiwan
Istimewa
Simposium Indonesia, Taiwan, Vietnam, Thailand, dan India (ITVTI) di Providence University Taiwan pada 15 November 2018 lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

 TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - New Southbound Policy (NSP) yang diluncurkan Pemerintah Taiwan pada 5 September 2016 dinilai berdampak positif bagi sistem kemitraan antara perguruan tinggi di Indonesia dengan di Taiwan.

Satu di antara perguruan tinggi yang merasakan dampak positif sistem itu adalah Unika Soegijapranata Semarang.

Selama ini jumlah civitas akademika yang berkesempatan ke Taiwan dalam program pertukaran mahasiswa maupun beasiswa studi lanjut pun terus meningkat.

Hal tersebut disampaikan Rektor Unika Soegijapranata Semarang Prof Dr Ridwan Sanjaya, Minggu (18/11/2018).

“Sistem kemitraan kami dengan perguruan tinggi di Taiwan sudah cukup lama dan masih aktif hingga saat ini."

"Para civitas kami memperoleh beragam pengalaman selama menjalani program baik itu pertukaran mahasiswa dan pengakuan kredit atas matakuliah yang di ambil di Taiwan,” terangnya.

Selain itu, tak sedikit alumni Unika Soegijapranata yang telah memperoleh beasiswa studi lanjut.

Dan itu semua dinilainya satu di antaranya keuntungan adanya kebijakan NSP itu.

“Sekadar informasi juga, kini Magister Teknologi Pangan dan Magister Manajemen pun sudah bersepakat bermitra untuk Program Sandwich."

"Semangat knowledge, skills, dan new experience pun akan senantiasa kami dorong sampai kapanpun,” tandasnya. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved