Sebaran Puskesmas Sebagai Lokus PIS-PK Kemenkes di Jawa Tengah Terbanyak

eminar Nasional Kesehatan 2018 yang digelar Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang

Sebaran Puskesmas Sebagai Lokus PIS-PK Kemenkes di Jawa Tengah Terbanyak
TRIBUN JATENG/DENI SETIAWAN
Seminar Nasional Kesehatan 2018 yang digelar Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang (Hima IKM FIK Unnes), Minggu (18/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat (Kesmas) mengklaim penyebaran puskesmas lokus Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) telah mencapai sekitar 6.205 puskesmas di Indonesia.

Data tersebut dibeberkan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI drg Widyawati saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Kesehatan 2018 yang digelar Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang (Hima IKM FIK Unnes), di Auditorium Prof Wuryanto, Minggu (18/11/2018).

“Kunjungan dan intervensi kesehatan secara langsung datang ke rumah warga pada PIS-PK tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Itu telah kami terapkan sejak 2017 dimana sebagian besar puskesmas telah menjadi lokus PIS-PK. 5 petugas di setiap lokus pun sudah kami latih,” tandasnya.

Dia memaparkan sebaran puskesmas sebagai lokus PIS-PK Provinsi Jawa Tengah merupakan provinsi terbanyak mencapai sekitar 628 puskesmas.

“Sedangkan posisi keduanya di Provinsi Jawa Timur sekitar 633 puskesmas dan Sumatera Utara sekitar 438 puskesmas. Total puskesmas yang tersebar di 34 provinsi ada sekitar 9.825 puskesmas. Jadi sudah lebih dari setengahnya dan akan terus kami tingkatkan ke depannya,” terangnya.

 Namun apabila dilihat dari Aplikasi Keluarga Sehat Kemenkes RI per 11 November 2018 lalu, provinsi terbanyak dalam hal keluarga yang telah dikunjungi ada di Provinsi Jawa Timur mencapai sekitar 3,69 juta keluarga.

“Untuk Jawa Tengah berada di posisi kedua yakni sudah sekitar 3,34 juta keluarga. Sementara apabila dirata-rata prosentase kunjungan keluarga dan intervensi awal baru sekitar 15,59 persen. Itu pun akan terus kami genjot,” bebernya.

“Kecepatan implementasi PIS-PK itu tentu tidak sama. Sehingga diperlukan bentuk pembinaan yang berbeda-beda. Apabila di suatu kabupaten-kota ternyata cakupan indeks keluarga sehat (IKS) masih kurang dari 30 persen, kami lakukan pembinaan akselerasi melalui bimbingan wilayah (binwil),” tuturnya.

 Cakupan IKS sudah lebih dari 30 persen.

Halaman
12
Tags
Puskesmas
Penulis: deni setiawan
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved