Aplikasi Pinjaman Dana Kredit Akseleran Salurkan Hingga Rp 2 Miliar

aplikasi pinjaman dana Akseleran bisa diakses di Play Store untuk perangkat Android dan di App Store untuk perangkat iOS atau iphone.

Aplikasi Pinjaman Dana Kredit Akseleran Salurkan Hingga Rp 2 Miliar
Dok
Aplikasi pinjaman dana Akseleran

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Akseleran sebagai layanan P2P Lending di Indonesia yang sudah resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sudah bisa diakses tidak hanya melalui website versi 2.0 di www.akseleran.com.

Selain itu bisa juga dari aplikasi di Play Store untuk perangkat Android dan di App Store untuk perangkat iOS atau iphone.

Masyarakat dapat membaca mengenai Akseleran dari beragam publikasi di media massa baik cetak, online, maupun elektronik, yang membuat tingkat kredibilitas Akseleran semakin kuat dalam meningkatkan kepercayaan dari masyarakat luas di seluruh Indonesia.

"Akseleran merupakan platform yang menghubungkan antara peminjam dengan pemberi pinjaman. Untuk peminjam, Akseleran menyalurkan pinjaman mimimal sebesar Rp 75 juta, atau Rp 200 juta jika di luar wilayah Jawa Barat dan maksimal sebesar Rp 2 miliar dengan 100% pinjaman yang disalurkan untuk usaha-usaha produktif," terang CEO and Co-Founder Akseleran, Ivan Nikolas Tambunan, pada Tribunjateng.com, Senin (19/11/2018).

Baca: OJK Siapkan Regulasi Penyediaan Perusahaan Efek Daerah

Sedangkan untuk pemberi pinjaman, menurut Ivan dapat dilakukan di Akseleran mulai dari Rp 100 ribu dengan rata-rata imbal hasil yang didapatkan sebesar 18% sampai 21% per tahun.

Terkait tahun 2019 merupakan tahun pemilu, biasanya banyak usaha yang wait and see sebelum melakukan aktivitas penting dalam usahanya, termasuk ekspansi dan mengambil pembiayaan.

"Kami juga perlu menjaga kualitas pinjaman yang disalurkan melalui platform Akseleran, jangan sampai tingkat NPL melebihi 1% dimana tingkap NPL Akseleran saat ini masih terjaga stabil di angka 0,3%. Selain itu akan ada lebih banyak lagi pemain baru yang masuk ke industri P2P Lending khususnya dari China," ungkapnya.

Baca: Fabrio Minta OJK Kendurkan Pengawasan Fintech

Ivan menuturkan, tahun depan pihaknya akan menggenjot marketing campaign untuk menjaring lebih banyak lagi pelaku usaha dan pemberi pinjaman.

Selain itu, juga berkolaborasi dengan berbagai pihak dengan skema referral.

Khususnya dengan platform e-commerce, payment gateway dan penyedia sistem POS (point of sales) karena mereka dapat memberikan data rekam jejak online dari pelaku usaha terkait.

"Kami akan berusaha keras mempertahankan kualitas pinjaman yang ada, termasuk dengan seleksi kredit yang baik, dan mitigasi risiko melalui pembebanan agunan berbentuk tagihan, penggunaan asuransi kredit, dan upaya collection yang efektif," pungkasnya. (*)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved