Grebeg Maulud

Ini Makna Gunungan Jaler dan Estri di Grebeg Maulud Keraton Surakarta

Ada dua pasang gunungan yang diarak dari Kori Kamandungan menuju Masjid Agung Solo yakni gunungan jaler dan estri pada Grebeg Maulud

Ini Makna Gunungan Jaler dan Estri di Grebeg Maulud Keraton Surakarta
Tribun jateng/akbar hari mukti
Gunungan Jaler dan Estri masuk Masjid Agung Solo, Selasa (20/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Grebeg Maulud digelar oleh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Selasa (20/11/2018) siang. Ada dua pasang gunungan yang diarak dari Kori Kamandungan menuju Masjid Agung Solo yakni gunungan jaler dan estri.

Ada makna mendalam di balik gunungan jaler dan estri.

Takmir Masjid Agung Solo, Muhammad Muhtarom menerangkan keduanya memiliki makna yang berbeda.
Gunungan jaler, menurutnya melambangkan laki-laki. Sementara gunungan estri melambangkan perempuan.

"Keduanya memiliki makna bahwa di kehidupan ini, berdampingan antara laki-laki dan perempuan," terangnya.

Gunungan jaler, paparnya merupakan gunungan yang berbentuk tinggi dan ramping. Sementara gunungan estri berbentuk pipih namun lebih lebar.

Baca: Gunungan Maulud Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Dipercaya Datangkan Berkah

Mengenai isi dari dua macam gunungan tersebut, terang Muhtarom, juga berbeda.

Gunungan jaler berisikan hasil bumi, artinya makanan-makanan yang masih mentah.

Gununga Jaler dikirab dalam Gerebek Syawal peringatan 1 Syawal 1439 H di Keraton Solo, Sabtu (16/6/2018) siang.
Gununga Jaler dikirab dalam Gerebek Syawal peringatan 1 Syawal 1439 H di Keraton Solo, Sabtu (16/6/2018) siang. (TRIBUNSOLO.COM/CRYSNHA)

"Isinya polo kependem, polo kesrimpet dan polo gantung. Ada tiga unsur itu. Artinya seorang laki-laki harus bekerja, dinamis dan mencari penghidupan bagi keluarganya," urai dia.

Tiga unsur di gunungan jaler, yakni polo kapendem, polo kesrimpet dan polo gantung, terangnya, punya maksud sendiri-sendiri.

"Polo kapendem artinya seorang laki-laki harus tahu jati dirinya. Polo kesrimpet artinya hidup harus dinamis, mencari penghidupan di bumi. Polo gantung artinya laki-laki harus tetap bertakwa kepada Tuhan," urai dia.

Sementara gunungan estri, paparnya, berisi makanan siap saji. Artinya seorang perempuan harus siap mengolah hasil bumi menjadi makanan untuk kebutuhan hidup keluarga.

Gunungan Jaler dan Estri masuk Masjid Agung Solo, Selasa (20/11/2018).
Gunungan Jaler dan Estri masuk Masjid Agung Solo, Selasa (20/11/2018). (Tribun jateng/akbar hari mukti)

"Makanya isinya adalah makanan siap saji," ungkap dia.

Lebih lanjut menurut Muhtarom, arak-arakan gunungan jaler dan estri sebagai puncak tradisi Sekaten, gunungan itu menggambarkan keberadaan laki-laki dan perempuan yang kemudian menghasilkan keturunan.

Baca: 5 Keunikan Tradisi Sekaten saat Peringatan Maulid Nabi di Keraton Solo dan Yogyakarta

"Laki-laki dan perempuan melahirkan keturunan. Nabi Muhammad juga manusia yang dilahirkan dari bapak dan ibu. Lahirnya Nabi Muhammad di situ ada simbol sejahtera. Beliau diberi wahyu oleh Tuhan," ujar dia. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved