Kematian Ibu dan Bayi di Jawa Tengah Termasuk Tinggi di Indonesia, Kabupaten Brebes Paling Banyak

USAID Jalin Project menyelenggarakan diskusi tingginya kematian ibu dan bayi di Jawa Tengah.

Kematian Ibu dan Bayi di Jawa Tengah Termasuk Tinggi di Indonesia, Kabupaten Brebes Paling Banyak
NET
ILUSTRASI - Ayo Selamatkan Ibu 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - USAID Jalin Project yang berkantor di Jalan Pandean Lamper I no 9, Peterongan, Semarang Selatan kemarin (22/11/2018) pagi, menyelenggarakan diskusi bersama media cetak, online, televisi, dan radio di ruang Sewu, Hotel Santika Premiere Semarang.

Dalam diskusi yang dinahkodai oleh Ketua Regional Manager USAID Jalin Project Jawa Tengah, Hartanto Hardjono ini, mengangkat isu tingginya kematian ibu dan bayi di Jawa Tengah.

Hartanto menjelaskan, sepanjang tahun 2016, angka kematian ibu di Jawa Tengah mencapai 602 kasus, atau setara dengan Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 109.7 per 100.000 kelahiran hidup.

Dalam datanya, 50 persen dari kematian ini terjadi di 10 kabupaten/kota, yaitu Brebes, Pemalang, Kota Semarang, Grobogan, Tegal, Cilacap, Banyumas, Blora, Pati, dan Banjarnegara.

"Setiap daerah punya karakteristik yang berbeda-beda. Banyak faktor yang mempengaruhi angka kematian ibu. Terutama penanganan pra dan pasca ibu melahirkan saat berada di klinik bersalin, puskesmas, dan rumah sakit," bebernya.

Baca: USAID Jalin Berikan Saran 3 Gerakan Nyata Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng

Ia melanjutkan, 63 persen kematian ibu di Jawa Tengah terjadi pada 0-42 hari setelah persalinan.

Maka dari itu, pentingnya peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan di klinik, puskesmas, dan rumah sakit juga sangat mempengaruhi.

"Penyebab terbesar yang mengakibatkan ibu meninggal setelah melahirkan dikarenakan pendarahan. Jumlahnya sebanyak 33 persen. Sedangkan diurutan kedua karena hipertensi sebesar 27 persen. Sisanya karena infeksi, kardiovaskuler, dan lain-lain," terangnya.

Bicara soal Neonatal, atau bayi setelah lahir yang usianya di bawah 28 hari, di provinsi Jawa Tengah juga masih tergolong tinggi.

Halaman
123
Penulis: faisal affan
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved