Koperasi Menyaru Perbankan, Ini Kata OJK Tegal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak bisa berbuat banyak dengan adanya koperasi yang menyaru

Koperasi Menyaru Perbankan, Ini Kata OJK Tegal
Tribunjateng.com/Mamdukh Adi Priyanto
Kepala OJK Tegal, Ludy Arlianto (tengah) saat festival keuangan kota tegal beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak bisa berbuat banyak dengan adanya koperasi yang menyaru atau melakukan kegiatan terselubung layaknya lembaga keuangan.

OJK dalam menjalankan fungsi sebagai pengawasan terhadap lembaga-lembaga keuangan tidak memiliki wewenang untuk mengawasi lembaga koperasi.

"OJK sebagai lembaga pengawas, mengawasi semua lembaga keuangan kecuali koperasi. Koperasi bukan ruang lingkup kami," kata Kepala OJK Tegal, Ludy Arlianto, Sabtu (24/11/2018).

Ia menjelaskan koperasi adalah lembaga yang terpisah dan memiliki pertanggungjawaban sendiri kepada Kementerian Koperasi dan UKM.

Adanya laporan koperasi yang menjalankan usahanya seperti menghimpun dana dari masyarakat dan simpan pinjam, Ludy tidak mengelaknya.

Namun, kegiatan itu harus dilakukan untuk kepentingan anggotanya. Sedangkan konsep keanggotaan tidak ada di lembaga keuangan atau perbankan.

Masyarakat yang ingin melakukan simpan pinjam di koperasi, harus jadi anggota terlebih dahulu.

Koperasi yang akan melakukan usaha menyerupai lembaga keuangan perbankan dan untuk umum, bukan hanya anggota, tentunya harus mengajukan izin terlebih dahulu ke pihak terkait, seperti OJK.

Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi pelanggaran yang merugikan masyarakat.

"Contohnya kasus Pandawa Group yang menghimpun dana dari masyarkat berkedok koperasi. Masyarakat diming-imingi bunga rendah yang ternyata investasi bodong," jelasnya. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved